Menu Tutup

Penanggung Jawab MPR: Banjir tidak akan merusak pemikiran belajar anak

Bambang Soesatyo, juru bicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, memberikan bantuan kepada anak-anak PAUD yang terkena banjir bandang di Sukabumi. Dalam masa pemulihan pasca bencana, bantuan berupa alat tulis, susu, pengobatan dan uang tunai harus dapat memenuhi kebutuhannya. -Melihat wajah mereka, terlihat jelas bahwa semangat belajar anak-anak tidak pernah pudar. Anak-anak ini adalah yayasan Indonesia. Di masa depan. Bencana mungkin mengganggu, tetapi semangat belajar akan terus berlanjut. Anak-anak inilah yang menjadi dasar kemajuan Indonesia, “kata Bansout, Rabu (30/9/20) saat menyerahkan bantuan kepada anak-anak korban banjir bandang di Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kota Sukabumi. Dalam rangka menegakkan keadilan dan keadilan ( Gerak BS), 4 pilar relawan, dua ronde bersama Ojek Online (Garda Ojol), Yayasan Antar Generasi dan Wartawan Asosiasi Online, Bamsoet berdialog dan menghibur puluhan anak melalui nyanyian untuk mengajarkan Pancasila bersama (Pancasila).

Tidak hanya masyarakat sekitar yang ikut serta dalam acara tersebut, Camat Cidahu Errt Estanto beserta tim turut serta dalam acara tersebut. Siapa yang akan datang. Masih banyak saudara-saudari yang bersedia memberikan bantuan dan penghiburan. Jaga semangat belajar agar suatu saat nanti menjadi pemimpin negara yang bijak, ”saran Bansout. Dia menyebabkan 299 keluarga menjadi korban banjir, mengungsi 210 orang, melukai 20 orang, dan harus meninggal 3 orang. Penyebabnya adalah intensitas hujan lebat. Padahal, akar masalahnya jauh lebih dari itu. Dampaknya akibat pengendapan lumpur dan penggundulan hutan skala besar. Bahkan jika bencana terjadi setiap tahun dan menghilang, anak-anak dan orang dewasa. ”Namun, pemerintah daerah setempat. Pemerintah tampaknya tidak melakukan yang terbaik. “Dan tanah longsor. Terdapat 37 kasus bencana geologi seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Akibatnya, 478 orang tewas, 109 hilang, dan 6,1 juta orang terpaksa mengungsi. -Anak-anak yang bermasalah dengan pembelajaran dan mereka yang sia-sia bekerja dengan sia-sia dan hanya dapat memulihkan lingkungan. Setiap pemerintah daerah harus membuat peta wilayah rawan bencana di wilayahnya masing-masing, sesuai dengan pedoman dan pedoman yang diharapkan dalam penyusunan rencana penggunaan lahan daerah, dan semua pihak harus menghormati dan menghormati. “Ruang hijau seharusnya tidak lagi digunakan untuk kepentingan ekonomi sementara, dan pada akhirnya akan menjadi beban yang berat bagi anak-anak,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi