Menu Tutup

Dengan lagu yang lucu, pesan empat pilar MPR bisa tersampaikan

TRIBUNNEWS.COM-Konferensi Permusyawaratan Rakyat (MPR) tak menghentikan sosialisasi empat pilar MPR dengan melaksanakan secara tegas kesepakatan kesehatan saat pandemi Covid-19. Misalnya, sebagai bagian dari proses sosialisasi empat pilar Muktamar Musyawarah Rakyat di Kota Bangbang, Jawa Timur pada Sabtu malam (9/9/2020), diperlukan masker untuk pagelaran budaya dan budaya daerah. Jarak, dan sediakan banyak tempat untuk mencuci tangan. -Pertunjukan seni dan budaya ini merupakan hasil kolaborasi MPR, Sanggar Seni Manunggal Laras, dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Anggota MPR dari Fraksi PDIP Sadarestuwati, Badan Anggaran MPR MPR Elnino M Hosein (Fraksi Partai Jerindra), Neng Eem Marhamah (Fraksi PKB) dan Instiawati Ayus (kelompok DPD) Wakil Ketua MPR, serta Pimpinan organisasi MPR Kantor humas Siti Fauziah berpartisipasi dalam pertunjukan seni dan budaya. . Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Jojbang. Mundjidah Wahab, Bupati Sumrambah .

Pementasan seni dan budaya ini menampilkan tari Ngremo Boletan, tari tradisional dari Jombang, parade lagu Indonesia, dan tembang jenaka yang memuat empat pilar MPR. Keterangan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). Lagu kocak yang muncul di akhir acara cukup menarik perhatian. Canda Cak Heru dan teman-temannya membuat penonton tertawa. Dalam lawakannya, Cak Heru menyisipkan informasi tentang empat pilar MPR.

Anggota MPR Sadarestuwati yang mengetuai dia mengatakan bahwa MPR telah melakukan sosialisasi secara besar-besaran untuk empat pilar MPR. Sosialisasi tidak hanya penyampaian materi melalui rapat, tetapi juga berbagai kegiatan lainnya, seperti sosialisasi empat pilar MPR, termasuk pentas seni dan budaya. Ia mengatakan: “Kami berharap konten yang disampaikan dan dikemas dalam seni pertunjukan daerah ini dapat menyentuh hati masyarakat.” -Sadarestuwati juga menunjukkan keunggulan dari empat pilar MPR. Ia mengatakan: “Jika kita tidak memiliki empat pilar ini, mungkin negara kita akan terpecah. Karena ada empat pilar, maka sebagai bagian dari NKRI, negara kita tetap utuh,” tuturnya. -Untuk itulah, jangan pernah mau meninggalkan Republik Indonesia. Rakyat Republik Indonesia memiliki gagasan bahwa mereka tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, sehingga kehancuran sudah di depan mata kita. Kita semua sepakat bahwa NKRI adalah harga mati, “sambungnya. Budaya nasional dan budaya lokal. Ia mengatakan:” Dengan menghidupkan kembali budaya dan seni daerah, otomatis perekonomian daerah akan tumbuh. Sosialisasi empat pilar MPR diharapkan dapat terwujud melalui pagelaran budaya dan seni. Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab mengucapkan terimakasih atas penyebarluasan empat Pilar MPR melalui pagelaran seni budaya dan kesenian yang secara tegas menegakkan regulasi sanitasi. ”Empat Pilar MPR adalah Wawasan Pancasila Bentuknya, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika menguatkan kita semua. Ini adalah posisi yang harus kita pegang. Karena itu kita bisa selalu bersatu, katanya: “Dan tetap bersatu.” – Bupati mengungkapkan kabupaten Jombang. Ada berbagai kesenian tradisional disini, seperti sommelier, tari remo, tari kelono dan topeng Jatiduwur Jombang yang ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda.

Pada saat yang sama, Siti Fauziah, Kepala Biro Humas MPR, mengatakan pentas seni dan budaya daerah Jombang dilakukan dengan latar belakang sosialisasi. Empat pilar MPR sangat unik. Atas prakarsa Ibu Sadarestuwati, pagelaran seni budaya dan seni yang diadakan di Jombang malam ini cukup unik. Pemandangan budaya dan seni yang unik ini tidak hanya berlangsung di halaman terbuka, tetapi juga memadukan musik gamelan dan musik modern, termasuk musik tradisional dan Musik modern juga melibatkan artis tua dan artis muda, “ujarnya.

Siti Fauziah pun mengaku baru kali ini mendengar lagu Indonesia Raya dan musik gamelan dalam pagelaran budaya. Pameran ini menampilkan perbedaan budaya dan seni daerah Jombang yang menunjukkan bahwa budaya dan kesenian Jombang masih dilestarikan. Ini bukan hanya kinerja dan hiburan, tetapi juga model. Semoga pagelaran budaya dan kesenian ini bisa terhibur dalam pandemi ini, ”harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi