Menu Close

Kekayaan bersih tinggi: Dewan Masjid dapat memimpin dalam mempraktikkan Islam moderat dan menerapkan empat pilar Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Musyawarah Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid menuturkan, Pancasila banyak mengadopsi bahasa Alquran dan Hadits. Hal ini membuktikan peran ulama, umat Islam dan tokoh bangsa lainnya dalam menegakkan dasar negara Indonesia merdeka Pancasila. , Perwakilan, melakukan musyawarah. Ini adalah bagian dari semua prinsip ajaran Islam, yang bersumber dari bahasa Arab dan terkandung di dalam Alquran dan Hadist Nabi. Ia berkali-kali menyebut istilah “keadilan” dan “rakyat” dalam Pancasila. “Ia mengatakan saat sosialisasi empat pilar Musyawarah Rakyat Indonesia (MPR) RI yang dipimpin oleh Panitia Pusat Masjid Jakarta (DMI). ), Senin (21/9) di Jakarta. Menurut Hidayat (Hidayat), hal ini membuktikan partisipasi tokoh-tokoh muslim dan tokoh etnis dari berbagai latar belakang dalam proses pembangunan bangsa, tidak hanya dari segi pegawai (termasuk yang berasal dari Banyak Urimas dari berbagai ormas Islam dan ormas Islam berpartisipasi dalam pembahasan BPUPKI, Panitia Sembilan dan PPKI), dan dari segi istilah dan konsep, mereka semua berusaha menerima istilah dan nilai. Al-Quran dan Al-Hadits. – –Lebih lanjut HNW menambahkan, meski ada pandangan Islamofobia yang menuduh umat Islam atau militan masjid sebagai tindakan anti Pancasila atau anti NKRI, namun tuduhan tersebut jelas salah dan bertentangan dengan fakta sejarah, bagi umat Islam di Panka Serah dan NKRI memberikan pelayanan dan partisipasi dalam pengenalan dan pemeliharaan.Dengan cara ini umat Islam dapat memahami Pancasila dan NKRI dengan benar tanpa salah memahami Pancasila dan NKRI. Faktanya para ulama dari organisasi Islam, seperti Muhammadiyah (bernomor Muhammadiyah) KH Kahar Mudzakkir, Ki Bagus Hadikusumo) dan NU (nomor KH Wahid Hasyim), serta Ulama anggota Syarikat Partai Islam. Secara aktif dan konstruktif berpartisipasi dengan Pembad (H Abikusno Tjokrososo dan H Agus Salim) dan tokoh nasional lainnya. Sesuai dengan pengenalan dan persetujuan Pancasila, banyak istilah dalam Al-Quran dan Al-Hadits yang diterima dan digunakan dalam Pancasila .- “Tidak semua prinsip Pancasila bertentangan dengan Akida dan hukum Islam. Dengan memahami sejarah dan nilai-nilai Pancasila seperti ini, saya berharap mereka yang salah paham terhadap umat Islam, mengembangkan Islamofobia dan cenderung sinis, tidak bersimpati kepada umat Islam yang turut memperkenalkan Pancasila, tetapi harus bersimpati dengan 18 Agustus 1945. Pancasila di pagi hari. Republik Indonesia memiliki peran yang sama dengan Ketua Fraksi Partai Islam Masyumi, Pak Natsir. Yang terakhir memprakarsai mosi komprehensif No. 3/4/1950 dan berhasil menyelamatkan Republik Indonesia. Sebelumnya penjajah Belanda mengubahnya menjadi ini, menurut orang-orang berpenghasilan tinggi. Dikatakan bahwa umat Islam juga harus memahami bahwa Indonesia Merdeka, Pancasila dan NKRI adalah warisan perang suci, perang suci, perang suci, pengorbanan dan dedikasi dari ulama organisasi dan organisasi politik, sehingga umat Islam, termasuk majelis masjid, akan melindungi perjuangan ini. “Warisan” agar tidak dibajak atau “dilegalkan”, sehingga jauh dari fakta sejarah. Persetujuan dengan suara bulat dari ayah dan ibu pendiri.

“Tetapi umat Islam tidak boleh menjadi orang yang membenci Indonesia dan tidak bersahabat dengan negaranya. Karena mereka percaya bahwa keberadaan negara Indonesia tidak ada hubungannya dengan peran dan pengabdian penguasa Muslim. Pemahaman ini untuk para aktivis dan masjid. Pengurus juga sangat penting, oleh karena itu saya berharap banyak pengaruh yang positif terhadap peran masjid dan pengelolanya guna menjaga kepentingan umat, memperkuat “NKRI” dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan nyata (seperti dalam kegiatan masjid). Mengatakan.

Jika cerita ini dipahami dengan benar, maka pengelola dan penggiat masjid dapat menjadikan masjid ini sebagai hisilaah dan sarana mengamalkan ajaran Islam moderat melawan tauhid, dengan demikian Menerapkan ajaran Islam. Itu rahmatan lil alamin; keadilan dan peradaban manusia. Ikuti ukhuwwah dan pePersatuan, mengedepankan prinsip toleransi dan kearifan serta pemikiran, dan fokus membawa kemajuan dan kemakmuran bagi jamaah dan umat. Ia berkata: “Semuanya sejalan dengan prinsip Pancasila.” Selain itu, ia mengoreksi kesalahpahaman sekelompok kecil umat tentang hubungan antara Indonesia dan Muslim. Koreksinya, mereka yang tidak percaya pada aktivis masjid, berbahasa Arab, Hafid Quran dan kecantikan, dianggap sebagai media penyebaran aktivisme melalui masjid. Kecurigaan tidak benar, dan dasarnya adalah Islamofobia. –HNW berharap usai mengikuti kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI, penggiat masjid yang menjadi anggota DMI dapat lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan agar masjid dan agenda dakwahnya bisa berkembang, karena Ia juga memenuhi empat pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. – “Selain itu, UUD 1945 menetapkan bahwa penyelenggaraan ajaran agama merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh negara,” ujarnya. -Hidayat mengatakan pemahaman ini perlu disampaikan agar para penggiat masjid memahami betul peran ulama, masyarakat dan Umaru (Sudan), serta mereka bersama tokoh-tokoh nasional lainnya turut memperkenalkan Pancasila (UUD) NRI yang berdiri pada tahun 1945. , Kesatuan Republik Indonesia, menghormati Bhinneka Tunggal Ika. Sejak menjabat sebagai Ketua MPRI RI pada tahun 2004, hal tersebut menjadi salah satu tujuan mempertahankan empat pilar MPR RI. -Lembaga nasional dan organisasi lain menyelenggarakan sosialisasi empat pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Ia mengatakan: “Indonesia.-High-net-worth individual menambahkan bahwa sosialisasi sangat penting, agar ummat dan bangsa bisa memahami dan memahami sejarah dan konsensus negara, sehingga lebih bisa mencintai Indonesia. (Memiliki sejarah yang panjang, dan negara bisa mapan. Atasi tantangan zaman, ciptakan peluang indah untuk masa depan, dan antisipasi kepergian orang-orang seperti separatisme, terorisme, neokolonialisme, komunisme, dan pemberontakan PKI atau upaya “rahasia” kepergian dan perubahan rakyat sejak 18 Agustus 1945 Esensi Pancasila sudah difinalisasi menjadi Trisila atau Ekasila, seperti yang muncul dalam draf proyek ideologi Pancasila kemarin, sehingga hal-hal yang tidak normal bisa dikoreksi. Ia menyimpulkan: “Ini adalah kepentingan bersama rakyat dan negara. Jadi itu tidak akan terjadi lagi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi