Menu Tutup

Diperlukan komunikasi yang baik untuk menghindari kecurigaan publik tentang vaksin Covid-19

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah harus mendengarkan pendapat semua pihak dan menjelaskan secara transparan proses penerapan vaksin Covid-19 agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

“Pemerintah harus mampu mengkomunikasikan teknologi secara tepat dan benar, Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10), mengatakan:“ Vaksin Covid-19 sudah diaplikasikan ke masyarakat. “Lestari atas kontribusi Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), ia mengimbau pemerintah tidak terburu-buru memvaksinasi Covid-19.

PAPDI meloloskan permintaan resmi Twitter dari Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) sesuai uji klinis terkait tahapan perkembangan, Vaksin Covid-19 yang digunakan sudah terbukti efektif, aman dan imunogenik. Kontribusi PAPDI harus segera direspon agar masyarakat dapat memahami apa yang akan dilakukan pemerintah dengan langkah-langkah dan kelayakan penggunaan vaksin Covid-19.

Dalam kasus lain, Rerie, Ketua Panitia Penanggulangan COVID, menjelaskan bahwa -19 dan Badan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa mereka akan disediakan untuk key group nantinya Vaksin. Vaksin ini akan diberikan secara gratis, dan akan ada juga vaksin yang dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Pengurus Partai NasDem harus ikut dalam fase komunikasi kebijakan vaksinasi yang dipimpin pemerintah terhadap Covid-19. Harus tepat dan tepat sasaran. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan berujung pada penolakan masyarakat. Rerie menyimpulkan: “Jangan hentikan upaya pengendalian penyebaran virus corona karena kesalahan dalam mengkomunikasikan proses vaksinasi Covid-19,” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi