Menu Tutup

Presiden Resmikan Bantuan Wakil Ketua MPR UMKM: Pelaksanaan Harus Dipercepat

TRIBUNNEWS.COM-Syarief Hasan, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Demokratik Rakyat Indonesia, mendukung langkah yang diambil Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menyalurkan bantuan tunai kepada pengusaha kecil dan menengah. -Ini karena UMKM telah dilanda pandemi Covid-19 yang berdampak -5,32% terhadap perekonomian Indonesia. Banyak peserta UMKM yang harus tutup sementara atau permanen karena tidak punya dana lagi.

Faktanya, Presiden Jokowi secara resmi telah menginisiasi bantuan tunai kepada UMKM yang diharapkan dapat menyasar 12 juta peserta UMKM. . Peluncuran simbolis kedua dilaksanakan pada Senin (24 Agustus 2020) di Istana Negara. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga memberikan bantuan simbolis dana kerja sebesar Rp. Pada Selasa (14/7/2020) ada 2,4 juta orang di pelataran Istana Kemerdekaan.

Syarief Hasan juga mengimbau menteri terkait untuk segera menindaklanjuti bantuan ini. Menteri harus mempercepat bantuan ini. UMKM membutuhkan bantuan segera agar dapat segera hidup kembali. Begitu pula dengan Partai Kurdi Baath, reorganisasi kredit, insentif perpajakan, dan kebangkitan sektor lainnya diharapkan segera terwujud, ”kata Syarief Hasan dalam rapat yang digelar di Jakarta, Selasa (25/8/2020) .- Menurutnya, UKM Bantuan langsung dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kita semua tahu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia turun hingga minus 5,32% pada kuartal kedua tahun 2020. Mewujudkan anggaran terutama mewujudkan pendampingan kepada UMKM merupakan salah satu cara untuk lebih memperkuat perekonomian. Ia mengatakan: “Perekonomian Indonesia pada kuartal mendatang.” Memang, Syarief Hasan mencontohkan menteri Presiden Jokovy. Menurut dia, alokasi bantuan Presiden Jokovy untuk usaha kecil dan menengah jauh lebih teknis daripada para menterinya. Selain itu, Presiden Jokovy berulang kali menegaskan lambatnya kinerja para menteri dalam mencapai pemulihan ekonomi, para pejabat tersebut dinilai lamban karena birokrasi dan alasan lainnya.

“Kunci dari pendampingan langsung tersebut adalah akselerasi. UMKM tidak boleh dipersulit oleh data dan birokrasi yang panjang dan melelahkan. Menteri perlu melakukan reformasi birokrasi agar pelaku UMKM dapat segera mendapatkan pendampingan .”Dia berkata.

Ia memandang UMKM sebagai pilar dan penyangga utama perekonomian. Perekonomian Indonesia.

“Usaha kecil dan menengah berkontribusi 61% terhadap PDB Indonesia dan menyerap hingga 97% angkatan kerja. Sebagai asisten presiden, menteri harus segera melaksanakan rencana Presiden Jokovy untuk membantu UKM besar. Syarief Hasan mengatakan:” Jangan sampai UMKM mati dulu baru membantu mereka. “Ia juga berharap 12 juta peserta UMKM bisa langsung mendapatkan bantuan modal kerja sehingga MPME bisa segera bangkit. Ia berharap bantuan ini segera terwujud di daerah. Sehingga UMKM bisa berkontribusi pada PDRB dan menyerap tenaga kerja kita, Menteri. Kita harus bekerja keras mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, ”harapnya.

“Di sisi lain, yang harus diprioritaskan oleh pemerintah adalah bagaimana cara menyia-nyiakan semua bantuan ini. Tolak, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda penurunan saat ini,” jelas Syarief Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi