Menu Tutup

Bersama MAPANCAS, Bamsoet mengajak generasi muda untuk ikut mendorong pembangunan ekonomi Indonesia

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengatakan rangking negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah yang baru-baru ini dirilis oleh Bank Dunia Indonesia akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. . Di sisi lain, hal tersebut juga menunjukkan peluang Indonesia untuk meningkatkan daya saing globalnya ke level yang lebih tinggi.

“Pada pertemuan World Economic Forum 2015, berbagai institusi ekonomi internasional seperti Standard Chartered Bank dan Goldman Sachs juga memprediksikan bahwa potensi Indonesia akan naik menjadi peringkat ketujuh atau kedelapan dalam perekonomian dunia pada tahun 2020, kedua setelah Di China, Amerika Serikat, India, Brazil, Mexico dan Russia. Perekonomian Indonesia. Pengetahuan anak muda tentang komputer dan digitalisasi “, Bamsoet mengadakan Perkumpulan Mahasiswa Pancasila ( MAPANCAS) berkata di resepsi. / 20)

Staf manajemen MAPANCAS hadir dalam rapat tersebut, termasuk General Manager Medi Sumaedi, Chief Financial Officer Pilar Saga Ichsan, Ketua DPD DKI Jakarta Dimas Soesatyo, Wakil Sekretaris Pemberdayaan Perempuan Ern a Kartika, Deputi Bidang Kerjasama Badan Sekretaris Jenderal Anisa Putri dan Wakil Sekretaris Jenderal Media dan Informasi Sarwanto.

Menurut riset manajemen konten HootSuite dan agensi pemasaran We Are Social, DPR menjelaskan dalam laporan digital 2019 bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan kurang lebih Untuk 20,3 miliar dolar AS. Dalam studi “Number 2020” terbaru, angkanya naik menjadi sekitar 32 miliar dolar AS. 9,376 milyar sampai dengan 13,06 milyar dollar Amerika. Mempertimbangkan pandemi Covid-19, mungkin pada laporan Digital 2021 berikutnya, belanja pariwisata akan berkurang, namun tidak akan mengurangi cakupan ekonomi digital. “Digitalisasi pangan, sandang, dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” kata Bamsoet. Misalnya, dari perspektif bisnis, penelitian ini menunjukkan bahwa peluang bisnis integrasi digital akan semakin dihargai. Peluang pengembangan terbuka lebar.

“Untuk menjadikan Indonesia mandiri secara ekonomi, generasi muda perlu berpartisipasi dalam berbagai bisnis. Oleh karena itu, Indonesia bukan hanya negara konsumsi, tetapi juga negara produksi. Digitalisasi dan terbukanya peluang ekspor. Oleh karena itu, ini bukan Lalu ada alasan mengapa anak muda kesulitan dalam berbisnis. Asal punya kemauan pasti punya sarana ”, pungkas Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi