Menu Tutup

MPR RI dan UNPAD menjalin kemitraan pendidikan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mengirimkan 14 Pejabat Negara (ASN) ke Sekretariat Jenderal MPR RI untuk menempuh studi PhD di Fakultas Hukum Universitas Pajajagaran. Ia juga mendukung beberapa anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia dan beberapa anggota polisi yang akan mendapatkan pelatihan serupa. – “Tidak ada henti-hentinya belajar. Khusus untuk ASNs, PNS dan Polri yang sebenarnya bekerja di sektor publik. Perlu terus dikembangkan dan diperkaya ilmunya untuk menunjang pekerjaannya.” Pada Senin, Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia dan Padjaja Kerja sama pendidikan antara Fakultas Hukum UNPAD ini sebenarnya merupakan workshop dari Workshop Presiden MPR RI Jakarta, Senin. )

Gelar Presiden UNPAD turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Ida Nurlinda, Wakil Presiden Bidang Sumber Daya dan Keuangan, An An Chandrawulan, Dekan Fakultas Hukum, Indra Perwira, Direktur Program Doktor Ilmu Hukum, Prita Amalia Law School Research, Inovasi Penanggung jawab kemitraan. Hadir pula dalam acara tersebut Fraksi PAN Anggota MPR RI / Pansus III DPR RI RI Sarifuddin Suding, Kapolsek Riau, Kapolsek Penyidik ​​Narkoba, Victor Siagian, Kapolres Indramayu AKB P Suhermanto dan Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu sebenarnya. Ya .

Anggota Parlemen Indonesia. Hal ini mengingatkan kita bahwa walaupun calon mahasiswa doktoral dihadapkan pada berbagai tugas berat dan tugas rutin lainnya, mereka tetap harus berpartisipasi penuh dalam program diklat doktor UNPAD. Selain itu, pendidikan dilakukan melalui penelitian yang menuntut siswa untuk rajin belajar.

“Setelah lulus, ingatlah untuk mempraktikkan apa yang telah Anda pelajari selamanya. Untuk menjadi orang yang terinformasi, Anda harus rendah hati, tidak hanya tumbuh lebih tinggi atau tumbuh. Merasa lebih pintar dari sains Itu seperti cahaya yang menginspirasi umat manusia dari kegelapan. Oleh karena itu, untuk menjadi orang yang bijak haruslah orang yang dapat menginspirasi orang lain. “-FKPPI, Kepala Kementerian Pertahanan Nasional, menegaskan melalui kerjasama pendidikan, Musyawarah Rakyat Indonesia dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa Di sela-sela itu, jumlah mahasiswa PhD yang berkualitas di Indonesia harus ditingkatkan. Sejak 2019, jumlah orang Indonesia yang telah menyelesaikan pelatihan PhD masih kurang dari 100.000. Rata-rata Indonesia memiliki kurang lebih 143 dokter per 1 juta penduduk. Dibandingkan dengan Malaysia, jalan kita masih panjang. Malaysia memiliki 509 dokter per 1 juta penduduk, India memiliki 3.420 dokter, Jerman memiliki 3.990 dokter, Jepang memiliki 6.438 dokter, dan hanya ada 9.850 dokter di Amerika Serikat. Untuk meningkatkan jumlah tersebut, ASN, pejabat publik dan aparat kepolisian ini juga harus meningkatkan kualitas mahasiswa doktoral dengan mempublikasikan publikasi ilmiah di berbagai jurnal internasional.Karena publikasi ilmiah d’Indonesia masih sangat sedikit, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi