Menu Close

HNW: Sertifikat diskriminasi Dai adalah hadiah buruk dari Kementerian Agama Muslim

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Hdayat Nur Wahid mengingatkan Kementerian Agama untuk tidak memberikan kado buruk kepada umat Islam di saat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Tahun Baru Islam / Hijriah 1442 H . Hanya untuk Muslim. Hidayat mengatakan, tidak adil dan diskriminatif jika hanya menyasar umat Islam yang memiliki ijazah dosen, padahal menurut fakta sejarah umat Islam telah berperan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi ketika umat Islam ingin berkorban, guna memenuhi syarat untuk mentransformasikan sila pertama Pancasila menjadi Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, keutuhan NKRI yang baru diumumkan pada 17/8/1945 aman.

Selain itu, sikap Menteri Agama adalah melanjutkan sertifikasi dakwah Islam. Ditolak dan dikritik oleh tokoh non-Muslim (seperti Christ Wamena). Menurut individu-individu berpenghasilan tinggi, sekalipun sertifikasi itu benar-benar dilakukan harus diterapkan kepada dakwah dari semua agama, agar keadilan itu adil dan mereka tidak saling percaya.Oleh karena itu prinsip moderasi, toleransi dan toleransi benar-benar menjadi agama. berniat untuk. Misionaris dari semua agama. – Menteri Agama tidak boleh mendiskriminasi umat Islam dan harus bersikap imparsial sesuai dengan sila kedua dan kelima Pancasila. Jika program sertifikasi yang akan dilaksanakan harus profesional, amanah, adil dan non-diskriminatif, terutama Dalam kasus politisasi, karena pemerintah berencana membidik dakwah dari semua agama secara adil dan terpercaya. Selain itu, Menteri Agama mengumumkan bahwa dia bukan Menteri Islam, tetapi Menteri Segala Agama. Demikian dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan oleh Jakarta. Komite Kedelapan DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Agama menyatakan bahwa meski mendukung wasathiyah (moderat), tasamuh (toleran) Islam, dan menolak radikalisme, telah melakukan diskriminasi terhadap misionaris dan non-profesional sejak 2015 jika tujuannya untuk mencegah radikalisasi. Ajarkan dan tunjukkan kelembutan, toleransi dan intoleransi, yang terbaik adalah mengambil contoh toleransi dan kerendahan hati, serta kebijakan ruang dialog terbuka sebagai contoh. Pidato dan dai yang radikal.Menurut Hidayat, kalaupun rencana itu dilaksanakan, aturan itu harus berlaku bagi dai semua agama. Caranya, dengan menggunakan ajaran masing-masing agama dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia memberikan langkah yang wajar. Jokowi tidak lagi menjadi kegiatan prioritas dalam rencana kerja pemerintah / Kementerian Agama 2020. Kegiatan tersebut rencananya akan diserahkan ke Republik Demokratik setelah akhir tahun 2019 dan April 2020 (karena penyesuaian fokus kegiatan Covid-19). Ketidakpercayaan pemerintah di kalangan komunikator agama juga membingungkan misionaris Islam, terutama jika rencana tersebut dapat diterapkan untuk mempersulit misionaris dan komunitas Muslim. Meskipun mereka memainkan peran yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, meskipun mereka dituduh oleh penjajah Belanda sebagai organisasi radikal. -Muslim bahkan sangat toleran, menanggapi tuntutan minoritas, dan setuju untuk mengubah perintah pertama menjadi Tuhan Yang Maha Esa. -Sekarang dalam rangka memperingati HUT ke-75 berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1442H, hal ini sangat disayangkan, apalagi ketika pemerintah tidak mampu melaksanakannya dan Menteri Agama Covid-19 belum memberikan kebijakan yang menentramkan untuk mengalahkan Covid. Salah satu terapi. -19. Sebaliknya, Menteri Agama justru akan membalas bingkisan muslim lama dan korban serta memberikan “kado”, yang justru meresahkan karena skema sertifikasi yang sudah dicanangkan bersifat diskriminatif dan tidak etis bahkan dengan dalih mencegah radikalisme. Adil. Ia menegaskan: “Saya seorang Muslim, apalagi jika ini juga dilakukan dengan cara intoleransi dan diskriminasi.” DanDiskusikan alasannya dengan wakil presiden. Wacana semacam ini sudah muncul sejak Kementerian Agama terakhir, dan ditolak oleh berbagai kalangan Muslim karena diskriminatif, tidak adil dan berprasangka buruk. Sekarang, dia juga ditolak, bahkan oleh sebagian non-Muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi