Menu Close

Bamsoet memuji Polri karena gagal mengedarkan 1 ton obat

Presiden Indonesia Bambang Soesatyo dari TRIBUNNEWS.COM-MPR di Jakarta memuji kinerja Satgassus dan Kabareskrim Kepolisian Republik Indonesia Pol Listyo Sigit Prabowoyang, yang berhasil memperoleh hampir 1 ton keturunan Iran dari jaringan internasional Distributor obat-obatan jenis Sabu Banten Serang. Keberhasilan Satgassus polisi dalam menghilangkan perdagangan narkoba akan membebaskan anak-anak di negara ini dari perangkap biadab bersama dengan Covid-19. Mereka lupa bahwa karyawan Polri telah menerima pelatihan untuk waspada dalam situasi apa pun dan dalam situasi apa pun. Karena itu, Covid-19 tidak mencegah polisi untuk mematuhi hukum dan menjaga ketertiban dan keamanan publik, “” kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (20/5/20).

Dalam hal ini, terima kasih kepada mantan Ketua Komite, Dewan Perwakilan III Indonesia, karena mendorong Kepolisian Nasional untuk lebih mengembangkan jaringan perdagangan narkoba internasional yang beroperasi di Indonesia sehingga dapat mendeteksi dan menangkap pengedar narkoba dan pengedar narkoba lainnya. Sabtu (23) / 5/20) Di gudang Kampung Gotik Kampung, Kampung Gotik Kampung, Kota Dalang, Distrik Takkan, Kota Serang, Kota Banten, beratnya sekitar 1 ton metamfetamin. Abunya dibungkus plastik transparan dan disimpan dalam ratusan kotak. Selain berhasil mendapatkan bukti metamfetamin, polisi juga berhasil mengamankan dua penulis, Pakistan BA dan Yaman Amerika.

“260 juta penduduk Indonesia, ditambah dengan kondisi geografis, negara kepulauan ini menjadi pangsa pasar yang kaya bagi para pengedar dan pengedar narkoba. Polisi Nasional seharusnya tidak mengizinkan penyelundup dan pengedar narkoba untuk bertemu di negara ini. Bamsoet mengatakan bahwa transaksi narkoba terbuka Hampir satu ton setara dengan menyelamatkan 3.284.000 orang muda, selain itu pasokan obat-obatan narkotika di Indonesia juga tinggi, yang juga karena tingginya permintaan, oleh karena itu perang terhadap narkoba tidak dapat diluncurkan oleh negara hanya melalui polisi nasional atau lembaga nasional lainnya.

“Ini membutuhkan kerja sama masyarakat untuk memutus rantai distribusi obat. Terutama pendidikan keluarga. Jika setiap keluarga dapat menjadi benteng bagi anggota keluarga, “Tentu saja, terlepas dari kondisi kerja para bandar dan pengedar narkoba, mereka pada akhirnya akan pergi. Karena narkoba tidak dijual oleh anak-anak di negara ini,” kata Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi