Menu Tutup

Bamsoet: Sudah menjadi tugas negara untuk mencegah dan menghindari krisis yang disebabkan oleh pandemi

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Krisis kesehatan yang terjadi saat ini dan manajemen yang buruk dari resesi ekonomi dapat memicu krisis yang beraneka segi.

Ketika negara-bangsa yang potensial jatuh ke jurang krisis semacam ini, semua alat dan kekuasaan Bambang Soesatyo, Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia diterima di Tribunnews.com bertajuk “Pencegahan Krisis Nasional Menurutnya, pandangan ini idealnya menjadi cara bagi setiap orang untuk memahami posisi tegas Presiden Republik Indonesia tentang ketertiban umum saat pandemi. dasar. Itu kemudian diperbarui oleh komandan TNI dan kepala polisi, dan diperbarui dengan semua stafnya di berbagai wilayah negara. -Ketika TNI dan Polri harus menunjukkan sikap tegas selama pandemi untuk menjaga hukum dan ketertiban, klaim negara tidak dibuat-buat atau tidak beralasan. -Kuncinya, ngsa menghadapi ancaman krisis. Akar penyebab krisis ini adalah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan fakta bahwa perekonomian nasional telah mengalami resesi. Jika Anda salah dan tidak bisa menyelesaikan kedua masalah ini, maka negara-bangsa ini bisa jatuh ke dalam krisis multidimensi. Bamsoet mengatakan, tentunya seluruh lapisan masyarakat tidak ingin Indonesia masuk ke jurang krisis ini.

Untuk alasan pandemi Covid-19, premis untuk menyingkirkan zona krisis multidimensi adalah penghormatan (tanpa pengecualian) dari semua protokol kesehatan (Prokes). Bamsoet mengungkapkan bahwa masyarakat dari segala usia, termasuk anak-anak dan remaja, merasakan dampak buruk dari krisis kesehatan dalam banyak hal.

Ketika pandemi membutuhkan pembatasan sosial untuk diberlakukan, tidak hanya orang dewasa yang kehilangan orang dewasa tetapi juga merasa terlalu banyak bekerja atau mengurangi pendapatan keluarga.

Karena batasan sosial jangka panjang, anak-anak usia sekolah dan remaja merasa tidak nyaman. — “Selama berbulan-bulan, hanya belajar di rumah tidak berpengaruh, karena anak-anak sangat membosankan. Seringkali, anak-anak pada akhirnya akan menggunakannya untuk bermain. Ketika orang tua harus bekerja, sulit untuk memantau dan mengontrol kegigihan anak dalam belajar. Masalah ini semakin pelik karena sebagian orang tua kurang memahami untuk membantu anaknya belajar di rumah, ”kata Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi