Menu Tutup

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Bamsoet menyerukan penguatan karakter anak melalui empat pilar Musyawarah Rakyat Indonesia.

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, meyakini bahwa anak Indonesia memiliki kemampuan mengungguli anak dari negara lain di dunia. Dengan latar belakang kendala ekonomi dan sosial, banyak anak di tanah air telah mengukir prestasi internasional.

Misalnya, pianis berusia 13 tahun Joey Alexander dinominasikan untuk Grammy Awards 2016. Dan Yuma Soerianto, programmer termuda di World Wide Developers Conference 2017, mengejutkan CEO Apple Tim Cook. Atau desainer Cacat Rafi Abdurrahman Ridwan yang sukses menjadi perancang busana untuk ajang “Next Top Model” di Amerika Serikat.

“Selain penyesuaian spiritual, anak adalah masa depan peradaban, yang menunjukkan keterkaitan erat antara perlindungan anak bekerja dan bekerja. Untuk memajukan kemajuan bangsa dan negara. Karena mereka lahir, tumbuh dan tumbuh dalam lingkungan sosial yang sehat. Sangat penting untuk membina anak Indonesia, ”kata Bamsoet dalam peringatan 307 Keluarga Persatuan Singa Indonesia dan Forum Pakar Wanita pada“ Hari Anak Nasional ”, Jakarta. I Gusti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, turut hadir dalam pertemuan tersebut.Bintang Puspayoga, Ketua Forum Keluarga Ahli dan Perempuan Distrik 307 Perhimpunan Singa Kepala Indonesia, serta anggota DPD RI Provinsi DKI Jak, Alta (Arta), Silviana Murni dan Ketua Pengurus Besar Persatuan Singa Indonesia Yodianto Jaya.

Mantan presiden Republik Demokratik Demokratik ini menegaskan hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja tahun 2018. Survei tersebut menyimpulkan bahwa dua pertiga remaja (67%) berada dalam masa hidupnya Korban kekerasan. Pelecehan emosional, pelecehan fisik atau pelecehan seksual. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, kebanyakan pelakunya adalah teman atau sahabatnya.

“Sebagai rujukan, Komisi Kesejahteraan Sosial Anak mencatat perbandingan jumlah kasus kekerasan terhadap anak dari tahun 2011 hingga 2018. Pada tahun 2011, Bamsoet mengatakan:” Ada 2.178 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun-tahun berikutnya. Jumlah kasus mengalami peningkatan, dan hingga tahun 2018 tercatat sebanyak 4.885 kasus. Merujuk pada data SIMFONI PPA Online Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak, 3.000 kasus kekerasan terhadap anak terjadi sejak 1 Januari hingga 19 Juni 2020, diantaranya 852 kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan fisik, dan 768 kasus kekerasan terhadap anak. Kekerasan psikologis dan 1.848 kekerasan seksual. Serius. Tindakan preventif harus menjadi langkah utama. Bamsoet mengatakan: “Anak-anak kita harus dibekali dengan pengetahuan perlindungan diri yang memadai dan ditanamkan dalam keluarga, sekolah dan lingkungan sosial di sekitar kita. . “Wapres Pemuda Pancasila (Pemuda Pancasila) meyakini bahwa kemajuan teknologi telah memberikan berbagai kemudahan di satu sisi, dan di sisi lain juga dapat menimbulkan efek negatif yang menggemparkan, terutama bagi anak-anak. Cybercrime (cybercrime) dan bullying melalui media sosial hanyalah beberapa contoh .

“Kecanduan internet mendorong anak untuk menjadi antisosial. Di seluruh Internet, pornografi dan berbagai pemahaman radikal dapat dengan mudah membayangi pemikiran anak. “Anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membangun karakter anak-anak kita agar dapat menguatkan diri dari berbagai pengaruh negatif. Salah satunya melalui empat pilar MPR. Rakyat Republik Indonesia,” Bamsoet Disimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi