Menu Close

Gus Jazil: Hindari berdagang di Pilkada

Wakil Presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR Jazilul Fawaid menegaskan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan bagian dari demokrasi dan bertujuan untuk mencari pemimpin terbaik di daerah. Namun, Pilkada biasanya memimpin pemimpin yang bermasalah nantinya. Padahal, ketika pemilu masih tunduk pada perilaku transaksional, seperti kebijakan moneter diwarnai – “Demokrasi bukan alat untuk mempercepat kemakmuran kita, tapi demokrasi menjadi penghambat. Bukan demokrasi yang salah, tapi sisi demokrasi yang berlebihan,” kata Jazilul Fawaid. Halaqoh Kiai. Pemuda MDS Rijatul Ansor Pandeglang beserta tokoh-tokoh nasional berkumpul di Hufadz Manba’ul Qur’an Pondok Hufadz, Pandeglang Labuan, Kamis (2020/10/8).

Sesuai panggilan Jazilul Fawaid Gus Jazil, demokrasi Orang-orang yang masih maju mengikuti perkembangan zaman dan mampu berdagang masih belum pintar, belum sejahtera, sehingga rentan terhadap kebijakan moneter. Ia berkata: “Demokrasi kita sering dibajak.” -Gus Jazil menambahkan bahwa sistem demokrasi Indonesia sangat mahal. Misalnya, untuk menahan Pilkada di Kabupaten Pandeglang, dibutuhkan dana sekitar 56 miliar rupiah.

“Demokrasi kita kadang dibajak kesepakatan. Kita kesulitan memilih bupati, dan hasilnya seperti kesepakatan. Kalau malam. Ini jadi perhatian kita semua,” ujarnya.

Maka Gus Jazil mengundang kiai Nahdlatul Ulama muda untuk mengikuti pertemuan sakramen ini agar tidak berurusan dengan para pemimpin daerah dalam pemilu. Politisi PKB mengatakan: “Di NU, tidak boleh ada transaksi. Demokrasi dan musyawarah melalui Pilkada tidak bertentangan dengan Alquran. Kegiatan Pilkada itu curang.” Pemuda Ansor Gus Jazil Kabupaten Pandeglang di Gedung KPRI Amanah Cikedal juga memaparkan demokrasi dan musyawarah melalui Pilkada. “Karena empat pilar Musyawarah Rakyat disosialisasikan dalam pilkada serentak, saya ingin mengaitkan sosialisasi ini dengan pilkada tingkat tertinggi. Ia mengatakan:“ Banyak kalangan termasuk NU dan Ansor Hakikat demokrasi dan musyawarah belum dipahami. -Gus Jazil memaparkan asas Pancasila yang juga sangat penting dalam kehidupan politik, yakni sila keempat, yaitu mengatur masyarakat. Ia mengatakan: “Dari lima sila Pancasila yang satu ada dalam kehidupan politik. Prinsip penting yang harus dilaksanakan adalah perintah keempat. “- Gus Jazil menjelaskan bahwa kata demokrasi tidak memiliki kata seperti itu dalam Alquran, tetapi kata” musyawarah “diucapkan dalam Alquran:” Apa itu demokrasi yang sebenarnya? ” Demokrasi pada dasarnya adalah musyawarah. Pilkada adalah bagian dari demokrasi dan bagian dari pemilihan pemimpin terbaik. Dia berkata bahwa inilah demokrasi.

“Demokrasi, musyawarah dan pilkada harus membangun pemimpin sejati.” Ini tugas, ”lanjutnya. -Gus Jazil menambahkan, prinsip pertama adalah kemahakuasaan Ya Tuhan, ini mempertimbangkan pemilihan pemimpin dengan hati-hati melalui pilkada, katanya.

Oleh karena itu, lanjut Gus Jazier, nilai-nilai dari empat rukun MPR tidak sejalan dengan Alquran. Konflik. Ini sama saja dengan orang yang mengaku sebagai Muslim dan Muslim, namun perilakunya masih belum sesuai dengan ajaran Islam. “- Gus Jazil menegaskan bahwa seluruh warga negara termasuk MPR harus memahami keempat hal tersebut. pilar. Para calon penguasa, calon gubernur, dan calon bupati harus memahami empat pilar tersebut. Keempat pilar tersebut merupakan warisan para Kiai dan ulama. Di NU, penambang Hubwasson Iman (iman) adalah salah satu dari empat pilar. Gerakan pemuda Ansor merupakan benteng dan benteng pertahanan Pancasila. NKRI “, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi