Menu Close

Ketua MPR: PPHN adalah kondisi yang diperlukan untuk masa depan bangsa

TRIBUNNEWS.COM-Presiden MPR Bambang Soesatyo mengenang bahwa Reformasi Negara Harak (PPHN) adalah kondisi yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan negara-bangsa dan kebebasan untuk beradaptasi dengan perubahan di masa itu. Ini telah membawa banyak tantangan baru pada Gen Y dan Gen Z. Di era yang bergejolak saat ini, Indonesia juga telah memulai perubahan ini.

Tetapi pada saat yang sama, orang-orang juga menyadari bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap untuk menghadapi semua perubahan ini. Karena banyak komunitas terus beradaptasi dengan zaman industri 4.0, tantangan yang paling mendesak muncul: masyarakat 5.0 atau revolusi industri 5.0.

Perubahan saat ini memang sangat cepat. Namun, semua perubahan sulit dihindari. Inilah sebabnya mengapa setiap negara-bangsa terus berusaha memperbarui kepemimpinannya untuk menyesuaikannya dengan cepat.

– Hari ini, kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia juga penuh warna karena perubahan pidato para pemimpin negara-bangsa. Tema yang diusulkan oleh MPR adalah pembaruan HLPP. Sejak 1998, pedoman nasional telah dijelaskan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan dokumen Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN). Pertanyaannya adalah, selama periode ini, apakah RPJPN dan RPJMN memperkirakan perubahan di era gangguan saat ini?

PPHN tidak hanya memperkuat sistem presidensial, tetapi juga mendukung dan memperkuat kinerja pemilihan presiden 2024, 2029, 2039, 2039 dalam konstruksi nasional dan konstruksi nasional. Karena PPHN akan merangkum semua rencana pembangunan nasional pada tahun 2045.

Tentu saja, PPHN juga mendorong presiden untuk memberikan negara-bangsa yang dapat menanggapi perubahan, seperti “Masa Sosial 5.0 Kemudian”. -Negara telah disesuaikan dengan memperbarui cita-cita atau arah masa depan. Presiden AS Donald Trump datang dengan ide “membuat Amerika hebat lagi”, diikuti oleh slogan “Keep America Great” dari kampanye presiden 2020. Di Eropa, Inggris akhirnya menyingkirkan pasar tunggal Ropa Jepang (UE) yang diperintah oleh Kaisar Naruto sejak Mei 2019 dan telah memasuki era baru, yaitu Reiwa (harmoni). Alasan mengapa Cina bisa mendapatkan kekuatan ekonomi adalah karena konsisten dengan arah yang ditetapkan sejak era kepemimpinan Deng Xiaoping pada 1970-an, yang disebut reformasi dan membuka diri. Di Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman membentuk kembali kepemimpinan Arab Saudi dengan visi “Arab Saudi 2030”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi