Menu Close

Fadel Muhammad berharap ada empat pilar untuk menginternalisasi komunitas universitas universal

TRIBUNNEWS.COM-Pada 24 Februari 2020, Fadel Muhammad, Wakil Presiden MPR, mengatakan di depan ratusan mahasiswa, perdana menteri dan dosen Universiade Batam, Kepulauan Riau bahwa acara yang diadakan di lobi kampus adalah acara sosial untuk Pancasila, 1945 Konstitusi Republik Indonesia, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika atau empat pilar Dewan Konsultasi Rakyat. Dia berkata: “Di antara tugas-tugas lain, ini adalah salah satu tugas Konferensi Permusyawaratan Rakyat. Sebagai ikatan persatuan.

” Jika suatu negara tidak memiliki ideologi, maka negara itu akan terguncang. “Dia menjelaskan bahwa ideologi masing-masing negara disebut diversifikasi, ada yang sosialisme, komunisme, liberalisme dan kapitalisme.

Mereka mengatakan bahwa orang Indonesia adalah kelompok etnis majemuk atau berganda, termasuk berbagai Suku, bahasa, agama, bahasa. Menurut mantan gubernur Gorontalo, Pancasila lahir di sini. Pancasila adalah pandangan hidup di negeri ini, menekankan bahwa ia harus Menjadi fondasi setiap komunitas Indonesia, kebangsaan dan kehidupan bernegara. Dia mengatakan: “Setiap orang harus memiliki ideologi Pancasila, tidak ada ideologi seperti tubuh yang tak bernyawa. Hukum dan moralitas rakyat Indonesia harus menjadikan konstitusi sebagai pedoman bagi negara dan kehidupannya. Semua aturan yang ada harus didasarkan pada Konstitusi. “Tidak ada konstitusi dengan aturan yang bertentangan dengan itu,” jelasnya. Menurut laporan, jika ada pelanggaran aturan konstitusional, undang-undang, siswa dan masyarakat dapat mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengatakan: “Banyak ketentuan Konstitusi telah dihapuskan oleh Mahkamah Konstitusi.” Dalam bentuk negara, Fadell mengakui bahwa ada perdebatan. Beberapa orang menginginkan federasi, serikat pekerja dan bentuk-bentuk lainnya. Setelah debat dan perkembangan yang intens, rakyat Indonesia akhirnya memilih bentuk Republik Indonesia yang bersatu.

“Pada akhirnya, kami mencapai negara yang bersatu,” kata alumni ITB. Namun, negara ini beragam, terdiri dari berbagai suku seperti Jawa, Dan, Gorontalo, Madurai, Bali, Batak dan Minan. Hal yang sama berlaku untuk berbagai bahasa. Mengenai keragaman, para pendiri negara mencari slogan-slogan yang dapat menyatukan keanekaragaman untuk mengadopsi ungkapan “kesatuan keanekaragaman”. Dia berkata: “Hanya satu.” Di antara semua pilar MPR, Fadell menekankan bahwa dia harus bersatu dengan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi