Menu Close

Mendesak pemerintah untuk segera membantu korban kekerasan dalam rumah tangga selama pandemi Covid-19.

Lestari Moerdijat, wakil presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR, meminta pemerintah untuk segera memberikan perlindungan kepada para korban kekerasan dalam rumah tangga jika epidemi Covid-19 menghantam negara tersebut.

“Insiden kekerasan dalam rumah tangga sangat tinggi selama pandemi Covid-19 kita harus segera mengatasi masalah ini dengan pemerintah,” Lestari Moerdijat berbicara tentang kerentanan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada kelompok diskusi Denpasar 12 dengan DPD NasDem Dalam diskusi online, dikatakan bahwa pandemi pada tanggal 19, Kamis (14/5). -Diskusi yang melibatkan hampir 60 peserta termasuk Siti Aminah Tardi (Komisaris Komnas Perampuan Kota), Mike Verawati Tangka (Sekretaris Jenderal Liga Wanita Indonesia), Iit Rahmatin (LBH APIK) dan Moeldoko, Direktur Kantor Kepresidenan Sebagai juru bicara. Ini adalah ucapan yang akrab. Lestari mengatakan bahwa selama diskusi, Kelompok Kerja Perawatan Covid-19 mengungkapkan pada awal pembentukannya bahwa pemerintah mengakui bahwa mereka tidak melibatkan Departemen Otorisasi Kemanusiaan. Dana Perempuan dan Anak (KPPA).

“Dalam keputusan presiden, pembentukan kelompok kerja Covid-19 pada awalnya tidak melibatkan KPPA. Namun, pekerjaan mitigasi yang sedang berlangsung KPPA dilakukan hanya untuk membantu memecahkan banyak masalah yang mempengaruhi perempuan selama epidemi Covid-19. Insiden dengan anak-anak, “kata Moeldoko dalam diskusi.

Untuk mengatasi efek fisik dan kekerasan dari kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, Moeldoko mengatakan bahwa timnya juga menciptakan hotline layanan 119 ext 8 SEJIWA. Dia mengatakan: “Oleh karena itu, pemerintah saat ini membutuhkan kerja sama yang baik dari seluruh masyarakat untuk mengatasi dampak epidemi Covid-19, terutama epidemi yang mempengaruhi perempuan dan anak-anak,” katanya. Serikat Perempuan Indonesia Mike Verawati Tangka percaya bahwa meskipun para korban epidemi Covid-19 terdiri dari masyarakat dan menghadapi berbagai kendala, manajemen Covid-19 saat ini berada di Gender masih terlalu netral. Dia mengatakan: “Karena sifat umum dari bantuan, perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga selama epidemi Covid-19 sering tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka,” katanya. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi