Menu Close

Bamsoet: Sektor ekonomi dan kesehatan harus dipertimbangkan dalam gaya hidup baru

Bambang Soesatyo, presiden TRIBUNNEWS.COM-MPR di Jakarta, menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki pilihan antara memprioritaskan ekonomi atau sektor kesehatan sebelum menerapkan gaya hidup baru atau baru. Selama pandemi Covid-19, sektor ekonomi dan kesehatan harus tetap menjadi fokus utama perhatian karena keduanya saling bergantung. Ini berarti bahwa Indonesia mengorbankan faktor kesehatan yang masih ditutupi oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan kesehatan harus diperhatikan sehingga upaya untuk merangsang ekonomi tidak akan semakin memperburuk penyebaran Covid-19, “kata Bamsoet saat Festival Halal dengan para direktur dan eksekutif Pusat Kerja Mandiri Indonesia (SOKSI). Dari tanggal 20, ke-6 Pada hari Senin, tanggal 20, Jakarta, Kantor Juru Bicara Konferensi Konsultatif Rakyat Indonesia ada di seluruh Indonesia. Bamsoet melanjutkan, kita tidak bisa menunggu untuk melihat krisis ini berlangsung sampai vaksin ditemukan. Kita harus memperhatikan setidaknya 4 negara yang menghadapi epidemi atau Pada tahap pertama pandemi, krisis kesehatan saat ini telah melanda dunia termasuk Indonesia pada saat yang sama; tahap kedua adalah krisis ekonomi, beberapa negara telah memasuki tahap ini. Ini adalah krisis sosial. “Amerika Serikat tampaknya telah memasuki langkah ketiga. Ini dipicu oleh pembunuhan warga kulit hitam Amerika oleh polisi yang telah memenangkan konflik ras dan kerusuhan Almos. Langkah selanjutnya atau keempat adalah krisis politik, “jelas Bamsoet.

Bobby Suhardiman, Presiden SOKSI PLT, Presiden Harian Fatahilah Ramli, Ahmadi Noor Supit, Wakil Presiden SOKSI, pejabat senior SOKSI, termasuk Fredy Latumahina dan Bomer Pasaribu. Manajemen dewan direksi SOKSI regional di berbagai daerah, termasuk Riau, Jambi, Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Kalimantan Timur.

Seperti diungkapkan wakil presiden SOKSI, Bamsoet, SOKSI telah menunda implementasi konferensi nasional yang semula dijadwalkan akan diadakan pada 20 Mei 2020, sebagai bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran Covid-19. SOKSI tidak dapat mengadakan konvensi nasional seperti biasa, sehingga mengembangkan realitas virtual dari konvensi nasional. Akan ada terobosan dalam mengadakan. Lakukan hal yang sama. Untuk menghindari pandemi Covid-19 menjadi hambatan sehingga kami dapat melanjutkan pekerjaan politik kami, “jelas Bamsoet.

Pekerja, SOKSI akan menjadi kampanye kesadaran kolektif sehingga pekerja yang melanjutkan kegiatan dapat mempertahankan disiplin untuk mengenakan topeng dan menjaga jarak mereka.

Manajemen gedung kantor, pabrik dan perusahaan lain juga harus bersiap untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja dengan menyesuaikan kondisi yang ditetapkan oleh satuan tugas penanganan Covid-19 dan protokol sanitasi yang telah ditetapkan. Menteri Kesehatan. Bersihkan seluruh area kerja dengan membersihkan secara teratur dengan deterjen dan desinfektan. “Jangan membuat pekerja melakukan tindakan disipliner, jangan memaksakan tindakan disipliner pada manajemen kantor atau institusi,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Pertahanan Nasional FKPPI dari Organisasi Kesehatan Dunia juga meninjau peringatan (WHO) bahwa perang melawan virus Covid “19 akan berlanjut untuk waktu yang lama, setidaknya dalam dua tahun ke depan, sebagai yang terburuk dalam kasus ini, Virus Covid-19 tidak akan pernah lenyap dari muka bumi. “Umat manusia seharusnya tidak kecanduan epidemi Covid-19. Kita perlu mengubah perilaku atau gaya hidup kita. Karena itu, saya lebih suka menyebutnya sebagai cara hidup yang baru daripada menggunakan istilah “normal baru”. “Dari gaya hidup sehat ke gaya hidup melek digital di tempat kerja,” kata Bamsoet.Bansoet menambahkan bahwa melihat ke masa depan, gerakan komunitas di masa depan akan dibatasi. Demikian pula, hubungan antar negara akan lebih fokus pada permintaan domestik. Kerjasama dan kemitraan antar negara akan semakin diperbaiki.

“Ekonom memperkirakan bahwa setengah dari pekerjaan dunia akan hilang dan tidak akan pernah kembali. Dunia industri akan benar-benar berubah di masa depan. Kita akan lebih personal dan memasuki era teknologi, digitalisasi dan robot,” Bamsoet Mengatakan.

Tetapi jika semua anggota pemerintah, parlemen, rakyat dan bangsa menyadari dan memahami mengapa negara ini berperang, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia optimis, Indonesia tidak akan runtuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi