Menu Tutup

Bamsoet ingin UKM menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi

TRIBUNNEWS.COM – Ketua MPR Indonesia Bambang Soesatyo menekankan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan besar bagi sektor ekonomi. Padahal, Indonesia saat ini sedang memasuki masa resesi ekonomi. Daya beli penduduk menurun, banyak industri bangkrut, dan jumlah pengangguran meningkat, sehingga tidak ada investasi yang pasti.

“Tidak hanya rakyat kecil yang menderita. Pengusaha besar juga sangat terpengaruh. Tidak ada yang salah dengan penekanan tinggi pemerintah pada perusahaan. Usaha kecil dan menengah (UMKM) telah merevitalisasi perekonomian Indonesia,” kata Bamsoet, Sabtu (19/7/20). / 2012) Dialog informal dengan Erick Hidayat, putra MS Hidayat, mantan Menteri Perindustrian Jakarta, dan pengusaha Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mempromosikan pembangunan ekonomi nasional. Tingginya tingkat pekerjaan perusahaan kecil dan menengah dapat membantu pemerintah bertahan dari resesi ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19. Karena itu, Bamsoet berterima kasih kepada Erick. Sebagai seorang pengusaha terkemuka di bidang real estat, ia sekarang berani “bermain” dengan minum kopi dan terus menyediakan pekerjaan untuk karyawannya.

“Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa UKM dapat menyerap total 117 juta pekerja, di mana 107,4 juta adalah perusahaan mikro, 5,8 juta usaha kecil dan 3,7 juta perusahaan menengah.

Tidak hanya itu, Indonesia Wakil presiden Federasi Perindustrian dan Perdagangan melanjutkan bahwa UMKM juga memainkan peran penting dalam kesetaraan ekonomi masyarakat. Tidak seperti perusahaan besar, UMKM memiliki kantor di lokasi yang berbeda, termasuk daerah terpencil di negara ini.

“Indonesia saat ini Negara yang didominasi oleh peserta UMKM. Di negara ini, tidak kurang dari 58 juta UMKM. Angka ini mencapai 98% dari semua unit bisnis yang tersedia, “jelas Bamsoet. -Kepala Kementerian Pertahanan ingat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa kuartal mendatang diperkirakan akan turun lebih tajam. Untuk kuartal kedua 2020, mungkin Turun menjadi minus 4,3%. Pada kuartal ketiga 2020, diperkirakan hanya akan tumbuh sekitar 1% .—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— (Page (Page 2 (2) menengah) Pemerintah akan menyediakan anggaran tambahan sebesar 123,46 triliun rupee untuk UMKM yang terkena dampak Covid-19. Anggaran tambahan ini harus benar mencapai target. Oleh karena itu, Bamsoet menyimpulkan: “Dalam hal menyelesaikan masalah ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, kami dapat memberikan hasil terbaik dan dampak yang efektif.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi