Menu Tutup

Proyek Kebun Makanan Syarief Hasan: Pemerintah harus belajar dari peristiwa masa lalu

TRIBUNNEWS.COM-Syarief Hasan (Syarief Hasan), wakil ketua Partai Demokrasi dari Konferensi Konsultatif Rakyat Indonesia, mendesak pemerintah untuk melakukan perhitungan matematis dan secara cermat mempertimbangkan rencana untuk mengimplementasikan rencana taman makanan di Kalimantan Tengah. Alasannya adalah bahwa pemerintah telah mengimplementasikan sejumlah proyek kebun makanan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hasilnya nol. Selain itu, ia memastikan bahwa proyek kebun makanan dilaksanakan di bekas pengembangan lahan gambut (PLG) di Kalimantan Tengah. Tanah ini dikembangkan pada masa pemerintahan Soeharto, tetapi gagal. PLG lama hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian bagi negara.

“Sebelumnya, bekas PLG di Kalimantan Tengah dibersihkan dari 1 juta hektar lahan. Lahan ini dibersihkan dengan mengubah lahan gambut dan rawa menjadi sawah, menyebabkan kerusakan lingkungan. Pemerintah perlu memulai dari masa lalu. Pelajaran dari kejadian itu sehingga Syarief mengatakan: “Itu tidak akan terjadi lagi.

Menurut komentar direktur program PhD Teknik Pertanian di Universitas Gadja Mada, ia juga mengatakan bahwa PLG lama dulu rawa dan rawa, sangat rapi dan heterogen. Tanah suboptimal yang telah terdegradasi selama 25 tahun sejak pembukaannya telah mengurangi kesuburan tanah dan tidak dapat secara optimal mendukung pertumbuhan tanaman. -Senior Dewan Demokratik Syarief Hasan (Syarief Hasan) juga mendesak pemerintah untuk lebih berhati-hati. “Pemerintah harus bekerja sama dengan para ahli dan cendekiawan di bidang pertanian dan ketahanan pangan untuk melakukan penelitian yang komprehensif. Sehingga kesalahan yang sama tidak terjadi pada bidang biji-bijian Mellock dan 1,2 juta hektar sawah dicetak,” katanya. Saya mengatakan bahwa kepala Departemen Pertahanan juga mempertanyakan bahwa keputusan pemerintah untuk menunjuk Kementerian Pertahanan sebagai departemen perencanaan sektor makanan utama bukanlah tugas utamanya. “Kementerian Pertahanan Nasional memiliki tugas yang sulit dalam memperkuat pertahanan nasional. Selain itu, kebencian antara Cina dan Amerika Serikat memanas baru-baru ini di Laut Cina Selatan di Natuna, Laut Utara,” katanya.

Dia juga percaya bahwa Kementerian Pertahanan Nasional juga harus Fokus pada pengembangan. Syarief mengatakan: “Sektor industri pertahanan.” Menurutnya, Kementerian Pertanian harus menjadi sektor pertama. Karena Kementerian Pertanian adalah lembaga yang paling dekat dengan agenda ketahanan pangan. “Kerja sama dan koordinasi adalah legal, tetapi pemerintah perlu memposisikan organisasi sesuai dengan tugas utamanya. Namun, jika pemerintah terus membuat daftar Departemen Pertahanan sebagai departemen yang paling penting, maka kebijakan ini juga dapat melanggar Pertahanan Nasional No. 3 tahun 2002. hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi