Menu Close

Syarief Hasan merekomendasikan pembekuan masuk TKA ke Indonesia

TRIBUNNEWS.COM-Syariefuddin Hasan, wakil ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, meminta pemerintah mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan, termasuk menangguhkan masuknya pekerja asing ke Indonesia. Penangguhan ini akan dilaksanakan sampai mediator atau agen independen yang ditunjuk menyelidiki keberadaan, jumlah dan klasifikasi pekerja asing (terutama pekerja Cina). “Orang Indonesia saat ini mampu melakukan segala jenis pekerjaan selama mereka memiliki kesempatan dan pengawasan pekerjaan,” kata Syarief Hasan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada hari Rabu (27 Mei 2020). -Hasil Barometer India dan Pusat Penelitian dan Pengembangan RRI yang dirilis pada 26 Mei 2020 menunjukkan bahwa 84,3% orang Indonesia tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani pengangguran dan kemiskinan. Survei juga menemukan bahwa tingkat pengangguran meningkat tajam, sementara tingkat kemiskinan naik menjadi 21,3%.

Terutama selama pandemi Covid-19, data dari Kamar Dagang dan industri Indonesia melaporkan bahwa jumlah PHK akibat pandemi Covid-19 mencapai 15 juta. Karena itu, Syarief Hasan menyesalkan masih ada pekerja asing dari China yang masuk ke Indonesia.

“Mengapa harus ada orang asing dengan pekerja, terutama orang asing dari Cina? Bukankah ini persyaratan investasi bahwa pekerja harus dari Indonesia? Jika tenaga kerja Indonesia tidak diperlukan, maka tidak ada prasangka. Dia bertanya. – — Menurut Syarief Hasan, TKA yang bekerja di Indonesia harus memiliki gelar ahli untuk memberikan pengetahuannya kepada pekerja Indonesia. Yang kurang penting adalah legalitas pekerja asing Cina yang sering menimbulkan kontroversi di masyarakat .

” Akibatnya, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar pekerja asing telah memasuki Indonesia, menyebabkan keresahan sosial. Bahkan ketika Indonesia diserang oleh Covid-19, TKA terus masuk melalui beberapa bandara di Banyuwangi, Makassar dan Kendala. “Bahkan jika penerbangan internasional dilarang, terutama yang berangkat dari negara-negara pusat Co-19,” kata Syarief Hasan.

Wakil Ketua Partai Demokrat MPR mendukung Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020. Namun, ini harus ditekankan lagi dengan menangguhkan kebijakan TKA dan memprioritaskan pekerja Indonesia, oleh karena itu, ia meminta tim investigasi yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat, pemerintah daerah atau lembaga independen independen seperti pembentukan penyelidik untuk menyelidiki keberadaan, jumlah dan klasifikasi pekerja asing. , Terutama pekerja asing dari China. << Sebelum menyelesaikan hasil survei, implementasi langkah-langkah yang terkait dengan masuknya pekerja asing harus ditangguhkan. Dia menambahkan bahwa, oleh karena itu, pekerja Indonesia dapat diserap secara luas, dengan demikian membantu mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Syarief Hasan mendesak pemerintah untuk memberi perusahaan domestik peluang yang cukup untuk menggunakan sumber daya alam Indonesia sehingga mereka dapat mempekerjakan pekerja Indonesia dan bukannya pekerja asing. Oleh karena itu, sifat dan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tentang perekonomian Indonesia dapat diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi