Menu Close

Anggota MPR: Kekerasan terhadap anak-anak adalah lampu merah

TRIBUNNEWS.COM-Kekerasan terhadap anak-anak meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas.

Mengurangi kekerasan terhadap anak membutuhkan peran semua pihak, tidak hanya orang tua, tetapi juga sekolah, masyarakat, pemerintah, dan terutama lingkungan langsung anak-anak pemerintah.

“Kekerasan terhadap anak-anak telah menjadi lampu merah di negara ini. Kita tidak bisa menyalahkan diri kita sendiri. Kita semua, pemerintah, masyarakat, dan dunia bisnis harus bersatu dan bersatu untuk mengatasi masalah kekerasan. Fraksi PAN Anggota MPR Yandri Susanto berbicara di Pusat Media MPR / DPR di Nusantara III tentang “Kekerasan anak, ancaman bagi generasi bangsa berikutnya?” Selama diskusi mengenai empat pilar: Jumat, Jakarta, Gedung Parlemen Senayan, Gedung (2020/13/13) -Diskusi tentang koordinasi dan kerjasama antara jurnalis parlemen dan MPR RI Public Relations Bureau, dan juga memperkenalkan partai-partai MPD Golkar Pembicara tamu Dyah Roro Esti dan Ketua Komite Kesejahteraan Dana Anak Indonesia (KPAI) Susanto .

Yandri percaya bahwa para pihak tidak memiliki batasan serius dalam menangani kekerasan terhadap anak-anak .— “Dia masih kurang Prihatin karena ia mungkin berpikir bahwa kekerasan terhadap anak adalah anak-anak biasa. Meskipun kekerasan terhadap anak seperti tembakan peluru. Mengerikan jika tak terkalahkan. , Apa yang akan terjadi di negara ini? Jika ada banyak korban narkoba, kekerasan seksual, pekerja seks, dll, apa yang akan terjadi di negara ini. “Ketua Komite Kedelapan Republik Demokratik menjelaskan.

Yandri memberi contoh anggaran KPAI dan Kementerian Kesehatan. Karena itu, masalah kekerasan terhadap anak-anak bukanlah kesalahan pemerintah, bukan juga Republik Demokratik Rakyat. Ketua Komite Kedelapan, saya berjanji bahwa selama kita memenuhi anggaran kita, dia menekankan bahwa ini konsisten dengan tujuan. Komitmen Republik Demokratik tidak boleh dipertanyakan dalam hal peraturan dan anggaran.

Jika anggaran terbatas, Yandri menyarankan agar sektor swasta atau Komunitas bisnis berpartisipasi dalam rencana pengurangan anggaran. Kekerasan terhadap anak-anak. Dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat digunakan untuk proyek-proyek anak-anak.

“Anak-anak adalah masa depan negara. Saya berharap bahwa pemerintah, komunitas, bisnis dan kita semua akan bekerja sama untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi