Menu Close

Bamsoet: Eksportir harus bekerja sama dalam menanggapi tuduhan dumping

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Presiden MPR RI Bambang Soesatyo mengimbau eksportir dalam negeri berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk segera merespon dugaan dumping dari 9 negara mitra dagang Indonesia. Eksportir yang memiliki data harga terperinci untuk setiap produk ekspor yang biasanya dituduh melakukan dumping dapat membantah klaim tersebut.

“Untuk menjaga hubungan baik dan kerja sama perdagangan dengan sembilan negara mitra dagang, eksportir Indonesia tidak perlu menghadapinya. Langkah atau pendekatan langsung adalah berdialog dengan otoritas atau komite antidumping di sembilan negara untuk mengklarifikasi masalah. Atau interogasi sangat perlu, ” kata Bansout di Jakarta, Rabu (20/6/20). Sembilan negara menuding Indonesia melakukan dumping dan menjaga (menerapkan kebijakan keamanan) termasuk Amerika Serikat, India, dan Ukraina. , Vietnam, Turki, Uni Eropa, Filipina, Australia dan Mesir. 9 negara tersebut diatas telah meluncurkan 16 produk ekspor Indonesia, antara lain MSG, baja, aluminium, kayu, benang, bahan kimia, kasur dan produk otomotif .— – Mantan Ketua DPR RI ini menegaskan, akibat keterpurukan ekonomi, perekonomian dunia nyaris stagnan.Seperti saat ini, dalam pandemi vid-19, kerja sama ekonomi atau perdagangan dengan semua negara mitra lebih penting dan strategis. Dugaan dumping Aspek positif tersebut membuktikan masih banyak negara yang masih memiliki permintaan akan ekspor Indonesia.

“Aspek positif yang perlu dibenahi. Apalagi pada saat pandemi global Covid-19, ekspor dan investasi Indonesia diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif. Saya harap ekspor Kementerian Perdagangan dan Perdagangan akan segera menghubungi panitia antidumping masing-masing 9 negara tersebut.Mencari data atau bukti untuk membuktikan sejauh mana ekspor Indonesia telah menyebabkan atau menyebabkan kerusakan pada industri di negara-negara tersebut, ” Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kartin menambahkan kesembilan negara ini sebenarnya bisa mengambil langkah lain untuk mencegah dugaan produk ekspor dumping memasuki pasar harga. Diantaranya, karena penerapan atau penerapan bea masuk antidumping (BMAD), oleh karena itu. Harga produk impor yang diduga dumped jauh lebih tinggi dari produk lokal. Penerapan BMAD sudah menjadi kesepakatan antar anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). “” Produk impor dari Indonesia karena harga bersaing, “tutup Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi