Menu Close

Bamsoet: Kemajuan UMKM dan Koperasi Ekonomi Pancasila

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia dan Institut Riset Pertanian Bogor (IPB) akan bekerja sama meluncurkan “Panka dalam Angin Puyuh Globalisasi” yang dibawakan guru besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen ini. Seminar dan buku Sila Economics hasil penelitian Didin S Damanhuri IPB bersama Guru Besar dari Universitas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Erani Yustika. Di bawah pengaruh kapitalisme dan liberalisme yang melanda dunia, acara yang diperkirakan digelar pada 27 Juni 2020 ini akan menjadi penguat perekonomian Pancasila. Gotong royong daripada saling mengedepankan persaingan untuk menciptakan kemakmuran bagi individu dan kelompok.Berdasarkan Bung Hatta dan para founding fathers lainnya, struktur perekonomian Indonesia bertumpu pada upaya bersama dari prinsip kekeluargaan dan berdasarkan demokrasi ekonomi, persatuan, dan efisiensi. “Prinsip Keadilan, Keberlanjutan, Visi Lingkungan, Kemandirian, dan Keseimbangan Kemajuan dan Persatuan Ekonomi Nasional”, Bamsoet berbincang dengan Ketua BIP, Kantor Ketua MPR, Senin, Jakarta (06). Presiden BIP Arif Satria, Wakil Presiden BIP Erika Laconi, Dekan FEM IPB Nunung Nuryartono, Dekan FEM IPB Didin S Damanhuri, Profesor FEB University Brawijaya Erani, Ketua Panitia Seminar Prima Gandh dan Direktur Media Berita IPB Erick Wahyudyono Yustika .

Mantan Ketua DPR RI ini menambahkan bahwa ekonom nasionalis termasuk Didin S Damanhuri dan Erani Yustika memaparkan konsep ekonomi dalam kerangka yang disebut ekonomi Pancasila, secara teori Pancasila Konsep ekonomi sangat tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun selama ini dalam praktiknya ekonomi Pancasila masih menghadapi banyak tantangan dan perjuangan. Bamsoot mengatakan: “Kapitalisme dan liberalisme telah menyerang Indonesia. Hal ini sangat penting bagi pelajar di bidang ekonomi, pengambil kebijakan pemerintah, dan warga negara yang bercita-cita menjadi pemimpin negara untuk membaca dan mendalami buku ini. Wapres -KADIN menjelaskan di Indonesia bahwa salah satu tumpuan ekonomi Pancasila adalah pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi. Hal ini juga telah mengonsolidasikan kapabilitas manajemen pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak menjabat pada tahun 2014. Kebijakan ini telah memperkenalkan berbagai kebijakan untuk mendorong usaha kecil, menengah dan mikro serta koperasi.Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan pemerintah juga gencar mengeluarkan berbagai paket stimulus untuk membantu UMKM dan koperasi, baik dalam hal perpajakan maupun restrukturisasi kredit, untuk Pada Mei 2020 sudah melebihi Rp 337 triliun, ”tutup Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi