Menu Close

Terobosan Bamsoet didasarkan pada empat pilar jejaring sosial online

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melakukan terobosan dalam menyelenggarakan sosialisasi empat pilar MPR Indonesia. Dengan bekerja sama dengan Karnaval Milenium dan melibatkan berbagai eksekutif dari organisasi pemuda seperti PB HMI, GMNI, Pemuda Muhammadiyah, PMKRI, PII, KNPI, dan Pemuda Pancasila, MPR RI menggunakan aplikasi media online (online) untuk pertama kalinya. – “Pandemi Covid-19 membuat kita tidak bisa bertemu di satu tempat untuk jangka waktu tertentu. Meski pertemuan fisik sudah tidak memungkinkan lagi, pertemuan virtual bisa saja menjadi masalah. Karena kompleksitas teknologi informasi, aktivitas belum berhenti sama sekali, kita masih bisa Bertukar pandangan Mantan Juru Bicara DPR RI ini mengungkapkan, keberadaan virus Covid-19 bukan berarti menjadi alasan, apalagi bagi anak muda. Karena tidak ada kegiatan yang berharga. Akibat datangnya pandemi, kreativitas bangsa Luar angkasa tidak bisa dihancurkan. ”Atas dasar itu, sosialisasi empat pilar Musyawarah Rakyat Indonesia yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat tidak akan berhenti hanya karena pandemi. Sosialisasi terus berlanjut, tetapi berbeda dengan metode sebelumnya. Bedanya: dari kontak fisik hingga kontak virtual ternyata membawa banyak manfaat baru, salah satunya adalah mengurangi pengeluaran pemerintah, karena tidak perlu menyiapkan konsumsi dan masalah teknis lainnya, sebaliknya dari berbagai daerah. Kaum muda, bahkan kaum muda dari luar negeri pun bisa ikut berpartisipasi, meskipun mereka berpartisipasi dari check-in room masing-masing.Tidak hanya ketatnya persaingan di dunia kerja, tetapi juga perubahan paradigma pandangan dunia. Banyak departemen ketenagakerjaan yang memiliki Ia akan dihilangkan dan digantikan oleh departemen yang sebelumnya tak terbayangkan. Dari kecerdasan buatan hingga rekayasa genetika, kini menjadi favorit dunia.

“Anak muda Indonesia yang kurang siap akan kewalahan oleh roda gigi usia. Lebih dari sekadar orang aneh IT. Anak muda Indonesia juga harus berpartisipasi dalam penemuan baru. Kematangan teknologi informasi tidak berhenti di situ. “Pasti ada peluang. Ada hal lain yang bisa dilakukan. Lihat seberapa amannya,” kata Bamsott.

Wakil ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia percaya bahwa pertanian dan perkebunan adalah salah satu potensi Indonesia yang belum dimanfaatkan, oleh karena itu, ini bukan kesempatan bagi kaum muda untuk menciptakan nilai lebih. Misalnya, di Malaysia, mereka memiliki Raja Durian Musang, dan Raja Durian Musang telah menjadi raja durian dunia. Di Indonesia, di mana lahannya luas dan iklim pertaniannya menyenangkan, tidak ada durian berkualitas tinggi yang bisa diekspor ke berbagai negara.

“Terlepas dari komoditas seperti buah-buahan, beras, bawang merah, atau bahkan paprika, kami masih mengandalkan impor yang menarik dan ironis. Oleh karena itu, saat bencana seperti pandemi Covid-19 terjadi, kami terlalu mengkhawatirkan negara. Negara asal akan berhenti mengimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara ini membawa bencana bagi kehidupan kita, ”tutup Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi