Menu Tutup

Lestari Moerdijat: Penerapan kartu pra-kerja harus transparan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membuka pendaftaran kepada masyarakat untuk memastikan kartu ketenagakerjaan tahap pertama mulai Sabtu (04/11). Namun, dia mengenang bahwa pemerintah sangat bijak dan berhati-hati dalam pelaksanaannya-perhatikan, karena kuota kartu Prakerja pertama hanya melibatkan 164.000 pekerja, sedangkan jutaan orang membutuhkan lapangan kerja. PHK. Semakin banyak laporan bahwa 1,2 juta orang telah di-PHK, “kata Lestari Moerdijat di Jakarta, Senin (13 April 2020).” Rerie (panggilan Lestari Moerdijat) mengatakan, jangan karena Frustrasi dengan memenuhi persyaratan. Rerie mempertanyakan batasan usia 18 tahun ke atas, misalnya, apakah mereka yang berusia di atas 50 tahun masih diperbolehkan mendaftar?

Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan, Rerie mengingat kembali apakah pemerintah telah menyiapkan tindak lanjut untuk mengambil tindakan, seperti memberi mereka kesempatan atau lowongan kerja.

“Apakah pemerintah memiliki data jumlah perusahaan yang siap menerima mereka? Dia berkata:” Jangan sampai mereka mendaftar dan mengikuti pelatihan, mereka akan menganggur lagi. Ia menambahkan, motivasi calon juga harus digali. Setelah lulus, siapa yang akan mengawasi dan menindaklanjuti. Ini sangat penting, jangan sampai menyia-nyiakan anggaran Rp 20 triliun yang disiapkan untuk rencana ini, ”imbuhnya. – “Jangan batasi pendaftar karena infrastruktur online belum ada. Kami tidak mau dengar prosedur yang siap menyelesaikan masalah justru akan membawa masalah baru,” tutup Rerie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi