Menu Tutup

Diperlukan penelitian risiko yang mendalam sebelum membuka kawasan wisata

TRIBUNNEWS.COM-Lestari Moerdijat, Wakil Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, mengimbau pemerintah pusat dan daerah melakukan penilaian risiko secara komprehensif sebelum membuka destinasi wisata saat pandemi Covid-19 di Indonesia.

Hati-hati saat membuka objek wisata. Pasalnya, menurut informasi terkini dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pandemi virus corona berada pada tahap baru yang berbahaya. Lestari Moerdijat mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6), bahwa pemerintah daerah harus memastikan bangunan sanitasi yang layak.

Sapa Lestari, Rerie, berkeyakinan bahwa tim antardepartemen harus mengawasi secara ketat pengelolaan kawasan wisata tersebut.Rerie menjelaskan, b adalah mempertimbangkan apakah target atau kawasan wisata tersebut terbuka sesuai dengan target pasar dan kondisi wisatawan. Misalnya, masyarakat yang paham dengan aturan kebersihan bisa menganggap target pasar sebagai awal pembukaan, seperti museum dan galeri seni, padahal perlu persiapan yang lebih matang untuk kawasan wisata dengan target pasar masyarakat luas. Saat melaksanakan perjanjian kesehatan, seperti kebun binatang, taman hiburan populer, misalnya saat membuka kebun binatang di kota, rencana kesehatan harus dilaksanakan dengan hati-hati dan menyeluruh. rotocol. “Jangan sampai penyebaran baru ke wisatawan dan potensi penularan hewan.”

Rerie mengatakan pertimbangan lain untuk membuka kawasan wisata adalah berdasarkan lokasi tempat wisata. Misalnya, dibandingkan dengan perkotaan, objek wisata yang berada di daerah terpencil bisa memilih buka lebih awal.

Dari akhir pekan lalu hingga minggu ini, banyak daerah telah dibuka dan akan dibuka tempat wisata. Misalnya, kawasan wisata Puncak di Cianjur, Xi’an, Jawa Barat akhir pekan lalu ramai dikunjungi wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi