Menu Tutup

Bamsoet: Berkat implementasi perjanjian sanitasi, pariwisata akan pulih

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, Ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, meyakini pariwisata yang dilanda pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir akan segera dimulai setelah Indonesia memasuki fase normal baru. mengembalikan. Perlu diperhatikan bahwa sektor pariwisata tetap perlu memperhatikan regulasi kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Sudah menjadi fitrah manusia untuk selalu mengejar dan menikmati keindahan alam. Setelah pandemi usai, sektor pariwisata akan segera menjadi salah satu industri yang tumbuh pesat, karena semua kelompok yang akan meninggalkan rumahnya akan kewalahan.” Edukasi ”memperingati HUT ke-51 berdirinya Akademi Pariwisata Trisakti di Jakarta, Selasa (20/6/20).

Mantan presiden DPR RI ini menilai mahasiswa peserta pelatihan pariwisata tak perlu khawatir.Selain Bali, Indonesia punya banyak destinasi wisata yang sangat menjanjikan. Tanah merupakan sumber devisa bagi negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Destinasi menarik tersebut antara lain: Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjong Krayan (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjong Banten (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Teng Semeru (Timur, Jawa), Mandalika (NTB), Labuanba Ho (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

“Jumlah wisman ke Indonesia juga terus meningkat. Badan Pusat Statistik mencontohkan pada 2018 lalu. Jumlah wisatawan mancanegara di Indonesia sebanyak 15,81 juta orang, meningkat menjadi 16,11 juta pada tahun 2019. Artinya, Indonesia masih menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler karena pandemi Covid-19, angka tersebut pasti akan menurun pada tahun 2020. “Data transaksi 2019 mencapai 20 miliar dolar AS atau setara dengan 280 triliun rupee dalam total pendapatan industri migas,” jelas Bamso dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Covid-19. Dalam beberapa bulan terakhir ini, menjadi tantangan baru bagi para pecinta travelling untuk mengajukan ide dan terobosan travelling yang aman dan sehat. Ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi industri pariwisata sebagai pusat baru penyebaran Covid-19.

Menurut Bamsoet, karena pandemi, lanskap sosial dan geopolitik akan berubah di masa depan, dan industri pariwisata harus merespons dengan cepat sebagai peluang. “Saya memprediksi kecenderungan individualistis, menghindari keramaian, dan lebih fokus pada kesehatan, keamanan dan kenyamanan, mengacu pada gaya hidup sehat dan pola makan serta protokol kesehatan covid-19,” kata Bamsoet.

Selain mengimplementasikan perjanjian sanitasi di bandara dan pelabuhan, ia juga menambahkan Bamsoet. “Jika perlu, pemerintah juga bisa meninjau fasilitas bebas visa di negara sahabat yang menjadi pusat penularan Covid-19. Bamsoet menjelaskan langkah ini penting agar industri pariwisata tidak pulih akibat penyebaran Covid-19. Keterpurukan. Karenanya, wisatawan nasional adalah mesin pembangunan pariwisata. Bahkan jika pelayanan terbaik harus diberikan kepada seluruh wisatawan domestik dan mancanegara. “Ada puluhan juta wisman dan ratusan juta wisnus,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi