Menu Tutup

Bamsoet mendorong NU dan Muhammadiyah untuk mengakuisisi saham di Bank Muamalat

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, mendorong Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dua ormas Islam terbesar di Indonesia, untuk mengambil kembali kepemilikan sahamnya di Bank Muamalat.

Dengan cara ini, Anda dapat sepenuhnya mengontrol kedaulatan bank syariah pertama di Indonesia. Di tangan Umma, di tangan anak bangsa. Selain untuk menyelamatkan berbagai permasalahan yang terus dihadapi Bank Mubarat.

“Bank Mubarat masih perlu melakukan berbagai pembenahan. Dilihat dari kinerja tahun 2019, laba bersih Bank Mubarat hanya 16 Miliar rupiah, meski pada 2018 angka tersebut mungkin Untuk mencapai Rs 46 miliar, proporsi aset bermasalah atau total NPF meningkat dari 3,87% menjadi 5,22%, rasio MFN meningkat dari 2,58% menjadi 4%, dan rasio kecukupan modal meningkat tipis dari 12,34% di Bamsoet pada hari Rabu. (29/7/20) Ketua Rapat Permusyawaratan Rakyat Indonesia yang diadakan di Jakarta saat menerima sambutan dari Persatuan Pemegang Saham Indonesia Bank Mubarat (PPSI Bank Muamalat).

Pimpinan PPSI Bank Muamalat yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Syaiful Amir Presiden, Suyatno Dewan Direksi, Bendahara Andre Hartawan dan Sekretaris Ahmad Sehu Ibrahim, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memenuhi pengawasan tujuh bank. Salah satunya adalah Bank Muamalat.

“BPK meyakini OJK tidak Tidak ada rekomendasi yang dibuat untuk mengoreksi Non Performing Loan (NPL), Tunjangan Penurunan Nilai (CKPN) dan / atau persyaratan rasio kecukupan modal minimum, tergantung status pengawasan bank Muamalat hingga tahun 2019, jadi kami ingatkan kembali OJK menjalankan misinya secara serius untuk menilai dan membubarkan tekanan dari lembaga tersebut, Bamsoet mengatakan: “Jangan diperketat.” Wakil Presiden KADIN Indonesia berkeyakinan bahwa sebagai langkah awal penyelamatan, PPSI Bank Muamalat akan menjadi tuan rumah dalam RUPS yang diadakan pada bulan Agustus. Bank memiliki lebih dari 8.000 pemegang saham minoritas lokal. Pada tanggal 31 Maret 2020, direksi Bank Muamarat dapat didorong untuk melakukan audit investigasi, dengan tujuan untuk memahami secara akurat status Bank Muamarat dan mewajibkan pemegang saham minoritas sebagai komisaris independen.

” Menindaklanjuti hasil ringkasan BPK dan berbagai permasalahan lainnya di Bank Muamalat, PPSI dapat melakukan audiensi dengan BPK dan OJK mitra XI DPR RI.Oleh karena itu, Panitia ke-11, OJK dan BPK dapat lebih mendalami situasi Bank Muamalat. Reputasi Bank Muamalat di mata masyarakat masih sangat baik, Bamsot menyimpulkan: “Aset yang dimiliki selalu baik. Jika tidak dikelola dengan baik, umat Uma akan menderita. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi