Menu Close

Almarhum ibu Jokowi Bamsoet Layat

TRIBUNNEWS.COM, Solo-Pembicara Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia Bambang Soesatyo berduka atas duka cita ibu Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo. Almarhum dikenang oleh orang-orang dengan cara yang sederhana, rendah hati, dan simpatik, berusia 77 tahun dan terkenal di dunia, meninggalkan empat orang anak, beberapa orang cucu dan tiga orang cicit.

“Saya melihat Presiden Joko Widodo kesulitan menerima cuti almarhum. Saat sholat jenazah di serambi bersama Menteri Koordinator Bidang Kepresidenan dan Penanaman Modal Luhut Binsar (Luhut Binsar) Setelah itu saya bercakap-cakap dengan Presiden. Negara saat ini berhadapan dengan Panjaitan, Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pemda Pramono Anung dan Menteri BUMN Erick Tohir (Erick Tohir) Mari kita berdoa bersama agar almarhumah diterima oleh Allah SWT, semua amalan baiknya diterima, dan segala kesalahannya dimaafkan.Bagi siapa saja yang pernah bersentuhan dengan almarhum, sebagai orang biasa tanpa cela, tinggalkan Meninggalkan aula ritual Jl. Pleret Raya, Banjarsari, solo, sebelum aula ritual seru di Jawa Tengah, Bamsoet yang hendak meminta maaf kepada jenazah, mengatakan Kamis (26/3/20).

Mantan Presiden DPR RI 2014-2019 Ingat, sosok almarhum harus menjadi panutan bagi perempuan dan laki-laki. Kematian almarhum dalam hidupnya juga tercermin dari sikap keseharian Presiden Joko Widodo.

“Di republik ini, Ada seorang putra yang merupakan orang hebat, dan menjaga orang mati. Almarhum tetap aktif dengan mengikuti berbagai pengajian dan kegiatan sosial di lingkungan sekitarnya. Setelah Pak Joko Widodo dilantik sebagai Presiden Indonesia, tidak ada yang berubah dari dirinya. Almarhum tetap rendah hati dan menerima siapa saja yang mengunjungi rumahnya. Saya adalah salah satu orang yang selalu saya hubungi ketika saya pergi ke Solo untuk meminta doa dan nasihat. -Wapres Kamar Dagang dan Industri Indonesia menambahkan bahwa meskipun jenazah tidak termasuk kita semua, namun sosoknya akan selalu terukir di hati masyarakat, terutama di hati keluarga besar. -Menurut kesaksian keluarga, almarhum adalah pemeluk agama Ia tidak pernah meninggalkan sholat wajib untuk melengkapi sholat tengah malam. Kebaikan yang ia tunjukkan seakan menyiratkan bahwa tidak ada apa-apa dalam hidup “terutama menyakiti orang lain. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang memfitnah dirinya dan keluarganya, orang mati selalu ada. Maafkan, “Bamsoet menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi