Menu Tutup

Surat Edaran Menteri Agama mendukung kebijakan Presiden tentang jejaring jaminan sosial

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia Ahmad Basarah mendukung Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 6 Tahun 2020 yang berisi ibadah Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 saat wabah Covid-19. Kriteria H. Surat edaran tersebut secara khusus menghormati poin 11, yang merekomendasikan agar umat Islam membayar zakat ke aset mereka sebelum puasa di bulan Ramadhan sehingga aset tersebut dapat segera dialokasikan untuk mustahik.

” Saran yang bagus, karena lembaga keuangan zakat Sadakah dapat mendukung proyek jaring pengaman sosial yang digagas oleh Presiden Jokowi untuk mengantisipasi dampak sosial dari wabah korona. Ketua Fraksi PDI-P mengatakan, Selasa (7/4/2020) -Menteri Agama Fachrul Razi, Senin (6/4/20), kemudian menandatangani surat edaran dan mengirimkannya ke Kepala Dinas Provinsi Kementerian Agama, Kank Kepala daerah / kota Menag dan Kepala Pelaksana Teknologi (UPT) seluruh Indonesia, dalam tata cara ini ditetapkan umat Islam melaksanakan hari raya Ramadhan dan Idul Fitri. Dan mengumpulkan serta mendistribusikan Zakat.

Edaran tersebut merekomendasikan agar Zakat, Infak dan Sadaka (biasanya dibayarkan oleh umat Islam di akhir Ramadhan) sekarang harus dibayar penuh. Ini bukan Ramadhan, agar barang Allah bisa dibagikan kepada sebanyak mungkin orang miskin.

Menurut Basarah, rekomendasi dalam Surat Edaran Menteri Agama adalah alokasi belanja dan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditingkatkan sesuai dengan kebijakan Presiden Jokowi. ) Pada tahun 2020, respon terhadap wabah virus corona mencapai Rp 405,1 triliun (Covid-19).

Sebelumnya, APBN tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp 2.540,4 triliun. Alokasi dana dikeluarkan dalam Perppu untuk kebijakan fiskal negara dan stabilitas sistem keuangan – di mana 110 triliun rupee dialokasikan untuk jaring pengaman sosial, dibagi menjadi lima kategori. Pertama, jumlah keluarga penerima program “Keluarga Harapan” (PKH) meningkat dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima, dan besaran manfaat meningkat 25%. Kedua: Jumlah penerima manfaat kartu sembako akan meningkat dari 15,2 juta menjadi 20 juta. Ketiga, anggaran untuk kartu pra kerja diturunkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Keempat, dalam tiga bulan ke depan, pengguna listrik 450 VA tidak dikenai biaya, dan pelanggan 900 VA dapat menikmati diskon 50%; kelima, prakiraan kebutuhan dasar. Ketua DPP PDI-P mengatakan: “Menurut saya, pengumuman semacam itu tidak hanya bisa menenangkan publik saat pandemi Covid-19, tapi juga realistis dan bisa ditegakkan.” – Basala juga mendukung semua poin dalam surat edaran itu. Ini pada dasarnya mengontrol prosedur bagi Muslim untuk melaksanakan ibadah Ramadhan selama epidemi Covid-19. Sholat Tarawi dilaksanakan secara individu atau bersama keluarga inti dalam keluarga.Dengan batalnya instansi pemerintah, instansi swasta, masjid dan mushola maka puasa berbuka cepat; bentuk jamaah ditiadakan Praktik memperingati Alquran melalui banyak dosen dan massa bahkan telah menghilangkan keyakinan umat Islam. Dianjurkan untuk tidak melakukan iktikaf di masjid / Musala selama sepuluh (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadhan. – “Orang Masya ingin tahu bagaimana seharusnya melakukan tarawih, lebaran, membayar zakat, dll. Kalau ada pengumuman seperti itu, semuanya jelas,” jelas Basarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi