Menu Close

Biaya pengobatan BPJS wakil ketua MPR kembali naik: memperbaiki tata kelola BPJS tanpa membuat rakyat murung

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyayangkan pemerintah memutuskan menaikkan biaya pengobatan BPJS yang hampir dua kali lipat dari biaya awal. -) Menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menyelesaikan masalah BPJS belum matang. Padahal, defisit kesehatan BPJS tidak hanya menyangkut donasi, tapi juga tata kelola. — “Hal ini menyebabkan peningkatan dana BPJS Kesehatan yang berujung pada defisit. Meningkatnya bantuan BPJS Kesehatan tidak dapat menyelesaikan masalah utama yang dihadapi BPJS Kesehatan yaitu buruknya tata kelola. Peningkatan ini justru akan menimbulkan masalah baru. Dalam pandemi Covid-19 Dalam situasi yang tidak stabil, ”kata Syarief Hasan.

Perlu diketahui bahwa di (09/03/2020) Indonesia, setelah pasien cuci darah menggugat Presiden, Mahkamah Agung membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ke-75 tahun 2019 terkait kenaikan iuran jaminan kesehatan untuk BPJS kesehatan. Nomor keputusan. Karenanya, sesuai putusan Mahkamah Agung, sumbangan BPJS Kesehatan kembali normal.

Namun, pemerintah kembali menaikkan pungutan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 64 Tahun 2020. Angka pertumbuhan tersebut tidak jauh berbeda dengan angka pertumbuhan yang digulingkan oleh Mahkamah Agung.

“Pemerintah harus memberi contoh, menghormati putusan MA, dan memperhatikan keinginan dan harapan masyarakat Indonesia,” ucapnya mengingatkan Wakil Presiden MPR RI Syarief Hasan kepada pemerintah. Terkait Pasal 28H (1) UUD 1945.

“Saat ini banyak orang yang menganggur dan hidup dalam kesulitan. Negara berkewajiban untuk melindungi kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Syarief Hasan mengatakan tidak akan lagi membebani masyarakat dengan menaikkan premi asuransi.

Ia mendesak pemerintah untuk menghapuskan pemerintahan pada tahun 2020 Perpres 64/2020 tanggal 5 Mei 2005 yang mengatur peningkatan iuran kesehatan BPJS- “Pemerintah harus mengambil kebijakan yang menguntungkan rakyat Indonesia, bukan kebijakan yang kontraproduktif. Apalagi saat pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Anggota dewan senior Partai Demokrat menyimpulkan: “Jalankan misi Pancasila di hadapan negara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi