Menu Close

Basra: Presiden Jokowi mengirim bunga ke Korea Utara dan memimpin kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif

TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mempersembahkan sekeranjang bunga kepada Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara. Chokovi mempersembahkan bunga untuk memberi selamat kepada rakyat Korea atas peringatan 72 tahun kemerdekaan mereka. Terkait hal tersebut, Ahmad Basarah, Wakil Ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menilai apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah wajar. Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara dan pemerintahan melaksanakan politik luar negeri bebas aktif yang diatur dalam UUD.

“Politik luar negeri Indonesia bebas dan aktif. Berjuang untuk perdamaian dunia. Jika Presiden Jokowi bertanam bunga, maka bunga itu merupakan simbol perdamaian dunia. Presiden Joko Widodo berharap Semenanjung Korea akan mencapai perdamaian sejati., Upgrade semenanjung Korea mungkin akan sangat cepat. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara yang berjuang melawan penjajahan dan menyingkirkan penjajahan serta menjaga hubungan erat dengan kedua negara. Oleh karena itu, Indonesia sangat peduli dengan perdamaian. Bunga-bunga di semenanjung Korea melambangkan Saling menahan diri dan saling peduli. Suasana di semenanjung Korea masih bagus. ”

“ Khusus dalam diplomasi, Bung Karno juga bertanya kepada Presiden Kim Il Sung (Kim Il Sung) saat berkunjung ke Indonesia pada 1965. Sebuah anggrek robek dihadiahkan sebagai hadiah. Selama periode ini, bunga asal Korea Utara ini diabadikan dengan nama Kimisungya dan diperingati di setiap festival besar, ”jelasnya. Undang-undang dasar bangsa, khususnya ketika Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia diluncurkan pada tahun 1945, memuat 4 (empat) tujuan nasional, salah satunya adalah turut serta dalam penyelenggaraan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kisah sejarah bangsa Indonesia membuktikan bahwa sejak berdirinya hingga saat ini bangsa Indonesia senantiasa mendukung politik luar negeri yang bebas aktif dan berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian yang langgeng dan memberantas penjajahan. Dari Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 hingga Konferensi Tingkat Tinggi Afrika-B (KTT) pada tahun 1960, hingga Konferensi Islam Asia Afrika pada tahun 1965. Indonesia juga berperan aktif dalam misi tersebut. Sejak negosiasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1957, itu telah menjadi resolusi perdamaian Palestina dan telah secara aktif memprakarsai negosiasi perdamaian Afghanistan dan inisiatif perdamaian lainnya. Menjaga perdamaian dunia dan memberantas kolonialisme dari dunia bahkan negara yang diakui secara internasional. Sejarawan kenamaan Ahmad Mansyur Suryanegara dengan tegas menyatakan bahwa pada Konferensi Islam Asia Afrika yang diadakan pada tanggal 15 Maret 1965, Punkano dinobatkan sebagai kemerdekaan. Dan juara Islam. Oleh karena itu, yang dilakukan Presiden Joko Widodo adalah mengupayakan politik luar negeri yang bebas aktif yang mendukung perdamaian dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi