Menu Close

Bertemu Kak Seto dari Bamsoet: Sistem pendidikan harus mengedepankan etika dan estetika

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, ketua Konferensi Permusyawaratan Rakyat Indonesia, kembali mengimbau para tokoh masyarakat untuk ngobrol (ngobras) dan ngobrol soal politik (ngompol) di kanal YouTube-nya, Kanal Bamsoet. Kali ini, Bamsoet Ngobras tidur dengan Seto Mulyadi (Kak Seto), Kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Saat percakapan di studio rekaman Podcast Kak Seto semakin mencekam, misteri di balik rambut Kak Seto tidak pernah berubah. Selain menjadi penggemar The Beatles, poni Kak Seto juga digunakan untuk menutupi jejak putus benang saat masih kecil.

“Tidak banyak orang yang tahu bahwa Kak Seto memiliki cerita yang lengkap. Dia berjuang. Hebat sampai akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja kantoran dan kemudian menjadi asisten Pak Kasur dan Bu Kasur di usia 18 tahun. Karena Itu susah ketika masih remaja, jadi salah satu alasan dia mengabdikan dirinya untuk bekerja, kata Bansuyet setelahnya. Istri Kasur. Pasangan itu adalah direktur pendidikan anak-anak Indonesia. Pendiri Jakarta (TK) TK Mini juga pencipta lagu anak-anak.Pendiri Jakarta (TK Mini) juga pencipta lagu anak-anak. Kak Seto adalah ibu dari anak Indonesia. Seto punya pengaruh yang besar dari keduanya. , Kalau mau jadi orang baik, kita dengar juga. Kata Bansout .

Kepala Kementerian Pertahanan Nasional FKPPI menambahkan bahkan sudah berkali-kali menawari Seto jabatan menteri. Namun ia memilih bertahan Lama dia bekerja di jalan. Menjadi sahabat dan dekat dengan dunia anak-anak selamanya.

“Meninggalkan sistem pemerintahan bukan berarti Kak Seto tidak mau ikut serta dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Dia selalu banyak berpikir. Ia tidak akan pernah lelah. “Moral dan estetika harus selalu menjadi prioritas utama pendidikan. Sistem pendidikan tidak boleh kehilangan landasan nasionalisme yang mengajarkan setiap siswa untuk selalu patriotik,” kata Bamsoet.

Wakil Kepala Sekolah Pemuda Pancasila mengungkapkan bahwa Kak Seto selalu menekankan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak hanya mengajarkan mata pelajaran dari buku, tetapi juga pendidikan, harus kreatif dan dapat meniru suasana kelas. Untuk menggali minat anak juga harus kreatif agar siswa tidak bosan. Bansout mengatakan: “Guru, siswa dan orang tua sulit dihadapi. Tapi, untuk masa depan anak-anak kita jangan semua menyerah.” Wakil Presiden Indonesia Kardin (KADIN) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki orang-orang di tingkat nasional. Rapat musyawarah (MPR) ibarat musyawarah mufakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional.Menurut Kak Seto, harus ada juga MPR dalam keluarga, musyawarah keluarga. Sebuah forum untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam negeri. “Anak-anak juga membuat hari-hari mereka penuh kegembiraan melalui pembelajaran dan hiburan,” kata Bamsoet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi