Menu Tutup

Jarot Supriadi sangat selektif dalam memilih penjaga gawang

Jakarta, WARTAKOTALIVE.COM reporter Rafsanzani Simanjorang melaporkan-TRIBUNNEWS.COM-Kemajuan teknologi sepak bola begitu pesat. Kini, pemain tak hanya mengandalkan bakat, tapi juga mendapat pelatihan.

Dalam proses melatih pemain, peran pelatih atau coach juga sangat penting untuk memimpin potensi pemain.

Jarot Supriadi, mantan pelatih penjaga gawang Timnas U-19 Indonesia, saat ini menjadi pelatih kiper. Persiba Balikpapan mengatakan jika talenta para pemainnya tidak dibimbing dengan baik oleh pelatih (tergantung pemainnya) Potensi), itu tidak berguna. Dalam hal kecepatan, reaksi dan lompatan kiper akan diberikan kepada kiper yang dipromosikannya. Ini juga termasuk dalam istilah kiper pilihannya.

Jarot sendiri punya standar sendiri untuk penjaga gawang. Jarrot berbagi kriteria untuk memilih penjaga gawang.

“Secara postur tubuh saya cenderung proporsional (tinggi badan Indonesia). Ada yang di bawah par, tapi lompat tingginya bagus. Saya tetap pilih kemampuan khusus,” kata Jarot, Jumat. (14/8/2020) .

Ketika penjaga gawang bertubuh tinggi Jarot mengatakan dia tidak tertarik.

Baca: Direktur Operasi PT Liga Indonesia Baru menjelaskan alasan penyerahan Ligue 1 — Ia mengaku sangat selektif saat memilih penjaga gawang dengan mempertimbangkan faktor lain seperti mesin, fisik, operasi dan dukungan. — “Untuk masalah teknis di lapangan, kami akan berperan sebagai pelatih. Tapi untuk standar dasar ya.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi