Menu Close

Warna-warna persekutuan pesepak bola Indonesia selama libur Ligue 1 2020

TRIBUNNEWS.COM-Akibat corona atau pandemi Covid-19, pertandingan sepak bola Indonesia dihentikan sementara.

Meski belum diketahui berapa lama laga ini akan berlangsung, para pemain masih memantau klub masing-masing untuk memprediksi apakah mereka akan bermain dalam waktu dekat.

Tekanan akan datang, ketika klub membayar gaji pemain sesuai yang dijanjikan, itu keputusan yang dibuat oleh Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Baca: Kontroversial Kelanjutan Ligue 1 1 Januari 2020, Persipura Berharap PSSI Arif & Wise Membuat Keputusan Ini

PSS Tak Membuat Keputusan Ini Tanpa Alasan, Karena Dapat Berimbas Kepada Klub Situasi keuangan. Kalaupun ada pro dan kontra, hanya sedikit orang yang menerima dan memahami bahwa keadaan saat ini tidak baik.

Namun pemain tetap membutuhkan penghasilan, berapa pun gajinya, karena pengeluaran hariannya, karena tidak semua pemain mendapatkan gaji yang sama.

Ini sebenarnya mendorong beberapa dari mereka untuk mengambil tindakan dan memberi kesempatan untuk membuka kali ini.

Seperti Bagus Nirwanto dari Kapten Sleman PSS, ia melirik peluang bisnis di laga Ligue 1 2020 saat menunda penjualan beras dan gula.

Meski padat jadwalnya, Bagus mengaku masih memiliki waktu luang untuk berbisnis di desa Jati, Sidoarjo, kampung halamannya di Jawa Timur.

“Iya Alhamdulillah ada di rumah, dan saya juga membuka usaha jual gula dan beras. Untuk meningkatkan produktivitas saya tidak ada pekerjaan di rumah,” kata Bags, ”kutip Tribun Jogja.

Seringkali Pemain yang dikenal dengan nama Munyeng ini memasuki dunia beras dan gula sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi