Menu Tutup

Hijrah: Dari makna ke kesadaran

Hijrah: kesadaran akan arti: KH. Imam Jazuli, Massachusetts (M.A.) * TRIBUNNEWS.COM-Mekkah pada saat itu merupakan kota literasi, tanpa manusia. Puisi-puisi indah dipajang di dinding Ka’bah. Puisi ini tidak hanya berkaitan dengan kecantikan, tetapi juga menghasilkan dinar dan dirham. Nabi menjauh dari budaya ini. Kota Mekah menghormati wisatawan religius pada saat itu dan membagi mereka sesuai dengan jumlah suku; ada yang bertanggung jawab menerima tamu, ada yang bertanggung jawab atas akomodasi, makanan dan tempat tinggal, dan ada yang bertanggung jawab untuk menjaga kesucian Ka’bah. Namun, pembunuhan gadis kecil yang tidak bersalah masih terus terjadi. Nabi memisahkan diri dari perilaku sosial ini. Saat itu Mekah merupakan pusat perdagangan, dan masyarakat berdagang di berbagai negara. Dari Suriah ke Yaman. Pertemuan antar budaya adalah makanan sehari-hari. Pertukaran informasi dan pengetahuan berakar pada peradabannya. Namun perbudakan dan perdagangan manusia sudah menjadi keseharian masyarakat. Nabi memutuskan untuk meninggalkan masyarakat seperti itu. Saat Nabi lahir, Abu Rahab adalah orang yang paling bahagia. Budaknya dibebaskan. Terima kasih atas keselamatan kelahiran keponakan Anda. Namun ketika keponakannya tumbuh besar dan menyebarkan agama Tauhid, Abu Lahab menentang lahirnya Islam yang “bersatu” (tauhid) yang membawa perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan. Nabi pun memutuskan untuk meninggalkan keluarga seperti itu. Utaiba adalah anak Nabi yang menikah dengan Nabi Umm Kulthum binti. Namun usai berdakwah, Ummu Kulthum bercerai di depan nabi, sedangkan Utaibah meludahi ayah tirinya, sang nabi. Akhirnya Nabi memutuskan untuk meninggalkan orang-orang seperti Utaibah. Quraisy bukanlah orang yang bodoh, seperti yang dijelaskan oleh nama perusahaannya “Jahiliah”. Orang Quraisy adalah masyarakat metropolitan, bermukim di Mekah sebagai pusat spiritual, bergerak dalam perdagangan internasional, dan merupakan importir dan eksportir. Namun, Jahiriya adalah gambaran seseorang yang kehilangan kesadaran karena terlalu banyak kehilangan kesadaran. Nabi pindah dan meninggalkan masyarakat Mekah, meskipun masyarakat Mekah memiliki budaya yang panjang, namun tidak memiliki hati nurani dan kemanusiaan. Bagaimana bisa seorang anak perempuan meludahi ayah tirinya dan menceraikan istrinya karena perbedaan keyakinan agama seperti Utaiba? Bagaimana cara paman melempar kotoran unta pada keponakan yang dia kagumi? Ini hanya bisa terjadi dalam masyarakat yang kehilangan kesadarannya. Bagaimana mungkin ada sekelompok orang berpendidikan tinggi yang memahami puisi indah, kotanya menjadi pusat spiritual, dan profesinya berkelas dunia. Namun, pada saat yang sama, kebencian mereka terhadap Muhammad mencapai puncaknya. Manusia yang menyebarkan agama cinta dan damai. Apa gunanya mengembangkan keterampilan literasi berkualitas tinggi tetapi membenci kebaikan batin? Nabi menyingkirkan kemunafikan sosial ini. Orang-orang kafir, Gulas, adalah orang munafik dan mencemari prinsip mereka. Saat wisatawan atau wisatawan datang ke Mekah dengan membawa patung dari sukunya masing-masing, mereka terbuka untuk data. Biarlah berhala mengisi Kabbah dengan alasan bahwa semua manusia menghadap Kabbah, dan jadikan Mekah sebagai pusat spiritual masyarakat Arab. Namun, ketika Nabi Muhammad mengajukan tauhid, yang menyatukan dan menghapus egosentrisme dan rasisme, mereka sama sekali menentangnya. Nabi menyingkirkan penalaran munafik ini. Inilah inti dari hukum Syariah yang dijelaskan oleh Nabi. Hijrah lebih dari sekedar pakaian / fashion, sehingga mudah menuduh kelompok di luar lingkaran tidak sesuai dengan Kaffah Islam. Jika demikian, apa bedanya dia dengan penyembah berhala Kurash? Jijrah tidak hanya membuat masjid tumbuh subur dan menggairahkan taklim, tetapi pada saat yang sama harus memandang ideologi kelompok di luar dirinya sebagai Thoghut. Jika demikian, apa bedanya dengan orang-orang kafir di Mekkah? Fenomena Sheila yang terjadi saat ini ditandai dengan banyaknya anggotanya yang merupakan artis dan selebritis di ibu kota. Dari desa ke kota, itu dinamis. Tapi, seperti yang ditulis UstadzBeberapa anggota gerakan Islam, Ah Badriyah Fayumi, berani menyakiti orang tua mereka. Jika demikian, menghadap Nabi dengan Utaba dan cerai di depan Nabi dan menceraikan Umm Kultum, hati Nabi hancur, apa bedanya? Hijrah bukan hanya soal kebenaran parsial, tapi juga pertimbangan kesadaran universal. Islam yang dilakukan oleh Nabi adalah perpindahan akal menuju kesadaran. Nabi menciptakan Chao J dan membunuh paman dan putranya, mereka berani menyinggung keponakan dan mertua mereka. Nabi mengambil langkah menjauh dari masyarakat yang mengembangkan budaya dan sastra tingkat tinggi tapi suka membangkitkan kebencian dan kebencian terhadap putra kampung halamannya. Nabi pindah ke masyarakat metropolitan, tetapi dia suka merendahkan manusia.Hanya hati nurani yang bisa mengerti. Bersamaan dengan itu, saat ini, dengan Pancasila dan NKRI sebagai semangat kebangsaan, mereka menghargai keberagaman dan kemanusiaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral seperti penghormatan terhadap keluarga dan lanjut usia secara utuh dan sempurna. Kamu mau pindah kemana Selain memiliki kesadaran yang lebih indah, lebih sejuk, dan lebih dingin, kita tidak perlu pindah ke tempat lain. * Penulis adalah wali Pondok Pesantren Bina Insan Mulia di Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi