Menu Close

The Marriage of Asops: The Origin of Maritime International Law in the 1982 Convention on the Law of the Sea

Reporter-The 1982 “United Nations Convention on the Law of the Sea” atau “Convention on the Law of the Sea” merupakan salah satu sumber hukum internasional dan telah menjadi pedoman bagi masyarakat internasional untuk melakukan kegiatan maritim. Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Asisten operasional Laksamana TNI Didik Setiyono, saat membuka acara sosialisasi UNCLOS 1982 TA 2020 secara palsu yang diselenggarakan oleh Departemen Pelayanan Hukum (Diskum AL), Diskdisk AL Lantai B4, Mabes, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (26/10/2020) -Kegiatan sosialisasi “United Nations Convention on the Law of the Sea” tahun 1982 dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan pemahaman prajurit angkatan laut Indonesia tentang hukum maritim internasional serta undang-undang dan peraturan nasional yang terkait dengan laut. 450 calon terbaik NCO dan TNI AL-bakti sosial ini merupakan bentuk pemantauan terhadap sembilan bidang program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (yakni sumber daya manusia senior organisasi (SDM)) TNI AL salah satunya memberikan pengetahuan tentang hukum internasional dan implementasinya. , Apakah itu negara bagian pantai, negara bagian pelabuhan atau negara bagian bendera.

Sumber dari kegiatan ini adalah Menteri Urusan Hukum Angkatan Laut (Kadiskum AL) laksamana pertama TNI, Kresno Buntoro (Kresno Buntoro). Ia berbicara tentang isu dan peristiwa hukum penting terkini, hukum Sistem dan dampaknya, hak dan kewajiban negara pesisir / pulau, lalu lintas sistem isolasi (TSS) dan hak lintas, dan persyaratan penggunaan kekerasan. Panglima Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) dari jajaran Koarmada II dan Koarmada III, Panglima dari jajaran Koarmada II dan Koarmada II I, serta undangan terkait lainnya. .

Dari: Dispenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi