Menu Tutup

Menunggu Godot untuk “mengatur ulang” kabinet

Disediakan oleh: Dr. H Sumaryoto Padmodiningrat MM

TRIBUNNEWS.COM-Jika orang yang dimarahi ingin berubah, ia pasti marah.

Jika tidak berubah, mengapa kamu marah?

Ungkapan bijak ini sepertinya harus disampaikan kepada Presiden Joko Widodo yang sudah dua kali marah pada sidang kabinet tinggi Indonesia hanya dalam waktu dua bulan. Selama krisis pandemi Covid-19, kinerja anggota kabinetnya buruk. -Penyerapan respons Covid-19 dari anggaran sektor kesehatan masih sangat rendah, hanya 1,35%.

Saat itu, Jokovy bahkan mengancam akan “merombak” atau merombak kabinet. Pengamat: Reshuffle kodenya — Kedua, Jokowi sempat marah pada 3 Agustus. Alasannya sama: Para menteri berkinerja buruk dalam situasi krisis.

Tingkat penyerapan anggaran sebagai langkah penanggulangan menghidupkan kembali Covid-19 masih sangat rendah, hanya 20%. Yang pertama segera mengatur ulang kabinet: bubarkan menteri yang tidak kompeten!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi