Menu Close

“Perang” dari dua komandan, sebuah istana terbakar!

Penulis: Lulusan Universitas Manchester RENI AGUSTIAN

Dalam artikel ini, saya mengulas “perang terbuka” antara Eric Tuoxi Er (Erick Thohir) dan Adi An · Napitupu (Adian Napitupulu). Saya tidak akan membahas motif dan tujuan perang masing-masing pihak.

Karena bagi saya, jika ini adalah “perang terbuka”, maka tidak penting lagi menganalisis motif dan tujuan masing-masing pihak. Saya harap artikel ini dapat menginspirasi kita dan memberikan kita perspektif yang obyektif-ada dua faktor yang membuat orang bertahan dalam “perang”. Salah satunya adalah logistik. Kedua, pengalaman.

Dari segi logistik, Adian tentunya tidak bisa dibandingkan dengan Erick Thohir dari perusahaan grup. Apalagi saat menjadi menteri, dia mengelola aset Rp 8 triliun. Bisa dipastikan bahwa dari segi logistik, Erick Thohir akan memiliki keunggulan 1000%, yang tak tertandingi di mata orang India.

Akankah kegagalan logistik menyebabkan “perang terbuka” yang akan berlangsung selama hampir dua bulan untuk membuat orang India menyerah? Saya, tidak akan sesederhana itu. Aden dikalahkan. Adian bukan aktivis klub. Sejak awal 90-an, daya tahan Adian telah berakar pada pertarungan jangka panjang, dan mereka perlu makan apa saja di hutan. Dari akar, daun, buah hingga permainan.

Kesimpulan saya adalah bahwa “perang” Erick Thohir melawan Adian tidak akan segera berakhir. “Perang” ini akan berlanjut sampai Eric Tohill mundur. Rekonsiliasi istana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi