Menu Tutup

Angin politik yang menyentuh Emir

Penulis: Dr. H Sumaryoto Padmodiningrat MM

TRIBUNNEWS.COM- Gubernur Jawa Barat Reed Van Camille (Ridwan Kamil) yang juga dikenal sebagai Emil Kang (Kang Emil) dua “offside”, berusaha mengembangkan politiknya. Ark, dalam keadaan darurat.

Kami “dipaksa” untuk mengeksplorasi gaya politik Conemil. Apakah dia mengemudi ke tengah?

Offside pertama terjadi pada 8 Oktober, Kang Emil mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Namun, RUU yang diprakarsai oleh pemerintah tetap disahkan oleh Republik Demokratik Rakyat. -Kelemahan kedua, Kang Emil menyerang Mahfud Md pada 16 Desember. Emil meminta Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan bertanggung jawab kepada rakyat. Peristiwa Muhammad Rizieq Syihab (MRS) terjadi di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, yang sempat diperiksa oleh Polda Jabar, Rabu 16/12. -Tapi Mafude kemudian mengambil tindakan pembalasan dan siap bertanggung jawab.

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Protes Massa terhadap Undang-Undang Komprehensif “Undang-Undang Cipta Karya” -Tentang Gubernur Banten Wahidin Halim (Banten Wahidin Halim) tidak diperiksa polisi. Namun, menurut Emil, pada 10 November lalu, ada sekelompok orang di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Mahfud berpendapat, mengizinkan pemerintah mengambil SRM dari kediaman SRM Arab Saudi di Petamburan merupakan kebijaksanaan pemerintah. , Tanah Abang di Jakarta Pusat. Sisanya bukan kebijaksanaan. Sengketa selesai.

Memang tidak jarang para birokrat menyerang birokrat di atasnya, meski bukan masalah besar, karena Mahfud bukanlah bos Emil. Selain itu, sebagai pemimpin daerah, baik Emil maupun presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi