Menu Close

Mempelajari efek korona dan penerapan hukum yang komprehensif terhadap perekonomian Indonesia

Sejak pertama kali diumumkan di Wuhan, Cina, penyebaran virus Corona atau COVID-19 telah menjadi fenomena global. Hingga kemarin, virus tersebut telah menginfeksi 88.000 orang di seluruh dunia, termasuk dua warga Indonesia Jawa Barat dari Depok, yang saat ini positif.

Lebih dari 3.000 orang saat ini meninggal. Fenomena COVID-19 tidak diragukan lagi akan berdampak besar pada perekonomian Tiongkok, terutama negara-negara lain.Indonesia adalah salah satu pengekspor komoditas terbesar Tiongkok ke Tiongkok.

Dampak COVID-19 memang cukup signifikan bagi perekonomian Tiongkok, dan bahkan sekarang kegiatan industri manufaktur Cina harus dikurangi secara tajam.

Pengurangan kegiatan manufaktur Cina berdampak pada ekonomi Tiongkok. Perekonomian Indonesia Dari sudut pandang sektor perdagangan, situasi ini pasti akan menyebabkan kurangnya permintaan untuk ekspor Tiongkok ke produk-produk Indonesia. — Membaca: RSPI Sulianti Saroso juga dipisahkan oleh orang asing – Membaca: BCL membuat Nangis mencium Ari Lasso dari idola Indonesia Judika Tears dan memuji

Membaca: Jokowi memasukkan 4 CEO potensial ke dalam tas dari mantan menteri ke Modal baru Ahok – hanya untuk menunjukkan bahwa saat ini, hampir 17% ekspor Indonesia mengalir langsung ke Cina, dan untuk setiap penurunan 1% dalam pertumbuhan ekonomi China, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun sebesar 0,3%. Setelah menandatangani kasus korona di Indonesia, industri pariwisata dan turunannya, seperti hotel dan restoran, dan turis asing, termasuk turis Tiongkok, juga mengalami penurunan.

Kemudian, dari bidang investasi, kita dapat melihat bahwa turbulensi pasar keuangan saat ini cenderung tegang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi