Menu Close

Dana untuk mencegah pengerdilan tidak boleh dialokasikan kembali karena telah dimasukkan dalam program prioritas

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – mengelola penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak diragukan lagi akan membutuhkan banyak uang. Pilihan realokasi dana (pemfokusan kembali) juga telah menjadi topik.

Namun, Kementerian Dalam Negeri mengharuskan pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak merealokasi anggaran untuk rencana prioritas nasional, termasuk anggaran untuk mengatasi keterlambatan perkembangan anak.

Anggaran kebijakan realokasi yang tidak memadai pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya produksi. Peraturan menteri menetapkan bahwa dana prioritas nasional tidak dapat dialokasikan kembali dengan alasan apa pun.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Institut Habibie untuk Kebijakan Publik dan Pemerintahan (HIPPG), temanya adalah “Persiapan regional untuk pengelolaan prioritas epidemi dan menghentikan epidemi Covid-19”, kepada para pemangku kepentingan Diperkenalkan oleh pengamat dan pakar sosial, ia menekankan bahwa dalam epidemi Covid-19, pengerdilan adalah prioritas nasional bagi Presiden Joko Widodo.

Dr Paudah Darmi, Direktur Departemen Kelembagaan dan Kerjasama Pedesaan Kementerian Dalam Negeri dan Direktur Divisi Kerjasama Pemerintah, mengatakan M. Si mengatakan bahwa meningkatkan layanan kesehatan dan kualitas industri jasa Indonesia telah terdaftar sebagai lima proyek prioritas nasional. Retardasi pertumbuhan adalah salah satu proyek prioritas, yang berasal dari proyek-proyek prioritas, sehingga fokus tidak dapat disesuaikan kembali. Oleh karena itu, proyek harus dilanjutkan tanpa menggelapkan anggaran.

“Tepat waktu (populer Covid-19) karena kegiatan harus didorong dalam kerangka rencana prioritas. Ini dilakukan untuk mencapai tujuan nasional, karena dalam hal apa pun, mencapai prioritas nasional akan selalu konsisten.” Masalah kelesuan menjadi bencana lain dengan dampak yang lebih besar di masa depan. “Poda, Rabu (29/4/2020) .

” Jika penyesuaian dilakukan, dana harus selalu digunakan untuk mengatasi prioritas nasional yang sama. Ini juga berlaku untuk dana yang biasa digunakan untuk mencegah displasia. Dia menambahkan: “Pertumbuhan dicapai melalui intervensi nutrisi sensitif atau spesifik (seperti dana pedesaan).”

Dokter menyatakan pandangan yang sama. Samsul Widodo, direktur Departemen Pengembangan Distrik Tertinggal dari Departemen Pedesaan dan Daerah Tertinggal Massachusetts, mengatakan bahwa dana pedesaan masih dapat digunakan untuk mendorong prioritas nasional, yaitu untuk mencegah stunting. Mengacu pada surat edaran kepala desa dan PDT No. 6 tahun 2020, dana tingkat desa tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan Covid-19 dengan prioritas yang sama. Misalnya, membagikan masker, menyemprotkan desinfektan, dan kegiatan lain selalu terkait dengan mencegah stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi