Menu Tutup

Tradisi Askida Ekmek Turki dan memuji arti “ berbagi ”

Penulis: Milledge Massa Concordia (Egy Massadiah) *

TRIBUNNERS- sebagai Sa Hull (Sahur) di Gela Ha BNPB di lantai sepuluh Satgas Donny Mona multi (Doni Monardo) di Akan sama, mata saya tertarik dengan siaran WA Group. Sumbernya adalah saluran TV Diyanet TV yang dioperasikan oleh Kantor Urusan Agama Pemerintah Turki.

Program berdurasi 3: 09 menit memang memiliki makna yang dalam pada esensi “berbagi”.

Ok, Anda akan lebih memahami bagaimana “berbagi” menjadi begitu mulia, saya akan memberi tahu Anda isi film pendeknya.

Adegan di toko roti. Ini memang toko sederhana yang dijalankan oleh seorang pria paruh baya yang kaya.

Baca: Ibu Muda Corona Meninggal Setelah Melahirkan Anak Kembar, dan 1 Anak Meninggal

Bacaan: Cerita CEO Media Online mengikuti Diklat Pra Kerja Hingga Dimungkinkan Sertifikat: Tujuan Tak Tercapai

Baca: Ciri-ciri Ramadhan: praktek ringan mendapat untung besar-lokasi toko roti berada di pinggir jalan raya. Bagian depannya digunakan untuk memajang roti khas Turki yang disebut ekmek. Jika orang Turki belum makan ekmek, orang Turki tidak akan makan. Mirip dengan nasi Indonesia.

Sekilas, toko ini hanya memiliki dua bagian. Panel depan digunakan untuk menampilkan ecmek. Vertikal di sebelah kanan tampaknya menggantung keranjang. Di bagian bawah ada kompor besar untuk memanggang ekmek.

Satu orang akan membeli delapan buah ekmek. Tapi pembeli hanya menghabiskan empat. Empat sisanya diberikan kepada penjual dan kemudian kepada mereka yang membutuhkannya.

Penjual kemudian memisahkan empat ekmek draft tadi dan meletakkannya di keranjang gantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi