Menu Tutup

“Teka-teki” Hybrid Joker-Pinangki

Penulis: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM- Memang, “persoalan” pengaturan mengarah pada Kejaksaan Agung St Burhanuddin yang melakukan skandal Djoko Soegiarto Tjandra alias skandal JPU Pinangki Sirna Malasari, memang tak terhindarkan. -Dengan kata lain, beberapa bagian mencoba mengacak “teka-teki” untuk menghindari kebingungan.

Kata “puzzle” berasal dari bahasa Inggris dan berarti “puzzle” atau “puzzle”. “Puzzle” adalah media untuk dimainkan oleh dua orang.

Seperti disebutkan dalam pemberitaan, ia tentu membantah, Jaksa Agung St Burhanuddin tahu apa yang terjadi pada Joker dan Pinangki. Pinangki didakwa dua tahun kejahatan sehubungan dengan kasus korupsi “cessie” Rs 9040 crore di Bank Bali, dan melakukan panggilan video atau “video call” dengan Burhanuddin dua tahun kemudian. -Beberapa orang mengatakan bahwa ketika seorang pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, adalah buronan, kejaksaan sedang berbicara dengan badut di telepon. -Supervisi dan evaluasi bagian kedua dari Kantor Perencanaan Wakil Jaksa Agung. Pinangki adalah satu-satunya bidak catur.

Jika tidak ada “restu” dari bos, bagaimana Pinangki bisa bertemu dengan badut dan memastikan taipan lolos dari jebakan hukum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi