Menu Close

Penghancuran para pengunjuk rasa yang disengaja pantas dikhianati oleh Republik Demokratik Rakyat dan pemerintah

Penghancuran yang disengaja dari pengunjuk rasa yang mengkhianati

Republik Demokratik Rakyat dan Pemerintah: KH. Imam Jazuli, Lc. , MA *

TRIBUNNEWS.COM-Secara mendasar, vandalisme dapat terjadi di tempat-tempat umum, jalanan, atau dimanapun di dalam gedung pengadilan parlemen. Sesuai dengan atribut dan fungsinya, setiap orang memiliki tindakan vandalisme yang berbeda.

Di jalan, demonstrasi adalah bagian dari mengungkapkan pendapat di depan umum. Orang-orang berteriak dan mengkritik momentum pemerintah. Ini adalah hasil demokrasi. Namun, setiap fasilitas umum rusak, demokrasi akan tercemar. Termasuk apakah itu atas nama demonstrasi. Ini adalah vandalisme jalanan.

Demonstrasi dan anarki adalah dua hal yang berbeda. Unjuk rasa tersebut diatur dalam Pasal 28 UUD 1945: “ Kebebasan berserikat dan berkumpul, mengutarakan pendapat secara lisan dan tertulis, dan lain-lain ditentukan oleh undang-undang. “

Meskipun vandalisme merupakan perbuatan yang dilarang, salah satunya dapat ditemukan dalam Pasal 406 ayat 1 (” KUHP “) KUHP, yang mengatur sebagai berikut:

” Perusakan, Orang yang merusak, membuat, tidak dapat menggunakan, dengan sengaja atau tidak sah mengambil apa pun yang menjadi milik orang lain secara keseluruhan atau sebagian, dan dihukum dengan penjara tidak lebih dari dua tahun delapan bulan atau denda tidak melebihi Rs 4.500. Wajo. Para mahasiswa ikut serta dalam operasi tersebut, dan Wakil Direktur Bupati menyambutnya dengan baik, sehingga aksi protes tidak berakhir dengan anarkisme atau vandalisme. Ini adalah contoh kekuatan masyarakat sipil Aik. Di sisi lain, aksi protes yang terjadi di Jakarta, Tangerang, Yogyakarta atau di tempat lain tidak bisa menjadi model protes baru. Ini membuktikan bahwa penyebab rusaknya fasilitas umum tidak sesuai dengan hukum, juga tidak mencerminkan citra masyarakat sipil yang baik-vandalisme pengunjuk rasa berbanding lurus dengan vandalisme aparat. Seperti kata pepatah: Tidak ada asap tanpa api. Asap yang berasal dari faktor utama yaitu vandalisme di ruang konferensi tidak akan pernah mencegah terjadinya kesalahan. Di mata publik, pemerintah semakin tidak rasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ayam sabung judi taruhan_judi ayam online_cockfight judi